Tabebuya, Pohon Dengan Varian Warna

Jakarta, AksiIklim.com – Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus), Tabebuya kuning atau Pohon terompet emas adalah sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar. Seringkali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat. Pohon tabebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.

Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna pink, ungu, bahkan merah tua. Ada banyak sekali varian tabebuya dari berbagai negara dalam genus handroanthus dan tabebuia dengan warna bunganya yang beraneka macam, tetapi varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah yang bunganya berwarna kuning dengan panjang 3-11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.

Setiap spesies pohon tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putihmerah mudakuningkuning jinggamagentaplum, dan ada yang merah. Terdapat motif garis warna ungu di dalam bunganya. Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.

Habitat asli Tabebuya di Brasil berada di daerah dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering. Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman disaat musim kemarau. Pohon ini adalah pohon hias populer yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di daerah subtropis dan tropis. Tabebuya adalah pohon dengan pemeliharaan rendah, dimana pemangkasan dibutuhkan hanya untuk menghilangkan tangkai yang mati atau rusak. Jarang ada hama atau penyakit yang mengganggu tanaman ini.

Ada dua jenis pohon tabebuya yang populer sebagai tanaman hias pekarangan: Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) yang pohonnya besar mencapai tinggi 8 m, dan Tabebuya merah muda (Handroanthus impetiginosus atau Handroanthus heptaphyllus).

Morfologi

Tabebuya merupakan kelompok tumbuhan besar dan dapat tumbuh mencapai ketinggian 5 meter bahkan 50 meter. Batangnya berwarna cokelat dan kulit batangnya agak terkelupas. Daun tabebuya berjenis majemuk, pada setiap tangkai daun mempunyai sekitar 3 sampai 7 helai daun.

Meskipun memiliki batang dan daun majemuk, bagian paling mendominasi dari pohon ini adalah bunganya. Bunga pohon tabebuya memiliki bentuk menyerupai terompet dan bunga sakura di Jepang, sehingga juga kerap disebut sebagai bunga sakura dan bunga terompet.

Bunga tabebuya tumbuh secara bergerombol pada satu tangkai dengan warna yang bervariasi. Mulai dari kuning, oranye, pink muda, pink tua merah, magenta, dan putih. Warna ini tergantung jenis spesies dari pohon tabebuya. Panjang bunga antara 3 cm hingga 11 cm.

Selain bunga, pohon ini juga menghasilkan buah yang berbentuk tabung mengerucut. Panjang buah tabebuya sekitar 10 cm sampai 50 cm. Setiap buah menyimpan biji yang cukup banyak yang berguna untuk regenerasi dan perbanyak.

Budi Daya Tabebuya

Bagi yang ingin menanam pohon tabebuya, kita dapat melakukan pembibitan melalui bijinya. Berikut ini adalah cara menanam pohon tabebuya yang dapat kita lakukan.

Pembibitan Tabebuya

Pilihlah biji yang telah tua dan biasanya jatuh dari pohon dengan sendirinya. Buka kulit biji dan keringkan dibawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Setelah itu, biji dapat disimpan selama 1 bulan.

Biji yang telah disimpan dapat di semai dalam media semai yang berisi tanah bercampur kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Rawat bibit tabebuya hingga tumbuh setinggi 1 meter atau lebih. Selanjutnya bibi dapat dipindah ke lahan yang lebih luas.

Cara Tanam

Lahan tanam permanan dapat dibuat dengan mencampur tanah dengan pupuk kompos maupun kandang. Buatlah lubang tanah berukuran 30 cm hingga 50 cm, kemudian tanam bibit secara tegak lurus dan timbun dengan tanah bekas galian. Padatkan tanah agar tanaman tidak mudah roboh serta siram 2 kali sehari secara rutin/

Cara Merawat Bunga Tabebuya

Setelah tanaman tumbuh dewasa, tetap lakukan penyitaman secara berkala. Jika tanaman telah mencapai tinggi 10 meter, maka penyiraman dapat dihentikan karena akr tabebuya telah mampu mencari sumber air di dalam tanah.

Pemupukan dapat dilakukan 3 bulan sekali agar bunga tabebuya dapat tumbuh maksimal. Meskipun begitu, tanpa pemupukan pun secara alami pohon tabebuya tetap menghasilkan bunga-bunga yang warnanya sangat indah.

By Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya