Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, WALHI NTT Gelar Rangkaian Aksi di Kota Kupang

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang jatuh pada setiap tanggal 5 Juni adalah momentum refleksi seluruh dunia tentang pentingnya mengambil peran dalam aksi kolektif bersama-sama untuk mencapai tujuan keadilan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

AKSIIKLIM.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Timur, melaksanakan rangkaian kegiatan sebagai bentuk peringatan hari lingkungan hidup, kegiatan ini dilaksanakan di Kota Kupang dan sekitarnya mulai dari tanggal 19 mei 2022 hingga 10 Juni 2022.

Rangkaian kegiatan ini melibatkan lembaga pendidikan, media massa, organisasi masyarakat sipil, maupun masyarakat umum.

Setiap momentum hari besar lingkungan hidup, WALHI NTT berupaya mendorong kesadaran publik dan pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup dan keadilan intra dan antar generasi.

Pemerintah daerah dituntut mengeluarkan berbagai kebijakan yang mengarahkan aksi atau tindakan para pelaku bisnis yang dapat menerapkan praktik berkelanjutan dalam rantai usaha mereka, semisal usaha-usaha pertambangan, pariwisata, perkebunan monokultur, dan pembangunan infrastruktur, sektor-sektor ini diharuskan untuk mengutamakan kelestarian lingkungan, tidak melakukan perampasan tanah dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain itu Walhi NTT juga meminta pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan daya dukung lingkungan, melakukan evaluasi dan penindakan terhadap pelaku-pelaku bisnis yang mengabaikan kelestarian lingkungan hidup dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam kurun waktu 5 tahun, WALHI NTT mencatat ada 41 kasus konflik sumber daya alam (SDA) di NTT. Konflik tersebut terjadi antara kelompok masyarakat melawan investor dan negara, sebanyak 17 orang masyarakat dikriminalisasi karena dianggap mengganggu aktivitas pembangunan, dan 1 orang meninggal ditembak oknum kepolisian karena dianggap menghalang-halangi pembangunan.

Konflik agraria akan terus meningkat seiring dengan konsolidasi kepentingan ekonomi lewat Undang-undang Omnibus Law, yang kalau dilihat sangat minim elemen-elemen perlindungan lingkungan dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Peringatan hari lingkungan hidup sedunia (World Environment Day) pada tahun ini, WALHI NTT mengusung tema “Bersolidaritas Melawan Dehumanisasi menuju Keadilan Ekologi di Nusa Tenggara Timur”.

Tema tersebut sebagai bentuk upaya Walhi memperkuat solidaritas semua pihak di NTT, melawan praktik yang merendahkan peradaban manusia dan lingkungan hidupnya, serta memastikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengedepankan keberlangsungan hidup manusia dan kelestarian lingkungan hidupnya.

Sebagai bentuk peringatan hari lingkungan hidup sedunia, WALHI NTT melakukan serangkaian kegiatan diantaranya, Pertama, melakukan Roadshow komunitas, media, dan sekolah-sekolah di Kota Kupang. KeduaPodcast Lingkungan Hidup (Perempuan dan Lingkungan Hidup dan Diskusi Ahli biodiversity endemik di NTT). Ketiga, Lomba menulis (Hari Lingkungan Hidup) untuk seluruh mahasiswa/i D3-S1 Sederajat di NTT. Keempat, mimbar bebas (orasi lingkungan hidup dan agraria), dan pameran kebencanaan. Kelima, aksi dan audiensi bersama dengan DPRD dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, (menagih komitmen pemerintah terkait krisis lingkungan hidup dan agraria). Keenam, diskusi media (jurnalis dan lingkungan hidup). Ketujuh, Pemutaran film, pameran akustik serta penyerahan hadiah lomba penulisan opini.

Rangkaian kegiatan tersebut bentuk kesempatan memperingatkan publik terkait berbagai akumulasi krisis yang terus terjadi di Nusa Tenggara Timur, sekaligus sebagai momentum ajakan bersolidaritas agar isu lingkungan menjadi isu publik. WALHI NTT terbuka dan mengajak semua pihak yang ingin bersolidaritas.

By Adam Gumelar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Menarik Lainnya