Peringati Hari Mangrove Sedunia, WAHMI Lebak Lakukan Monitoring Mangrove

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan

AKSIIKLIM.com, Lebak – Sejumlah elemen dari unsur Pemerintahan Kecamatan, Desa, RT/RW, KNPI, Pokdarwis hingga masyarakat di Danau Talanca, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pengurus Wahana Mangrove Indonesia (WAHMI) Eksekutif Daerah Kabupaten Lebak yang diwakili oleh Siti Ulviah turut hadir mensukseskan penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Selasa (26/7/2022). Penanaman mangrove dilaksanakan sejak pagi hingga siang hari.

“Dengan adanya penanaman mangrove yang kesekian kalinya ini, terutama di Danau Talanca sebagai bukti bahwa masyarakat juga para stakeholder mempunyai rasa tanggungjawab terhadap lingkungan untuk tetap terjaga ekosistemnya,” tutur Uvi.

Usai mengikuti penanaman mangrove di Danau Talanca, Siti Ulviah, yang akrab disapa Uvi selanjutnya melakukan monitoring mangrove di Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Uvi melihat langsung dari dekat hasil penanaman mangrove yang telah dilaksanakan pada Oktober 2021 lalu bersama puluhan mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad).

“Alhamdulilah setelah berkegiatan di Danau Talanca, saya langsung ke pantai sawah kabayan untuk melihat tingkat pertumbuhan mangrove yang ditanam pada oktober 2021 lalu dan hasilnya sangat puas meskipun masih ada yang sebagian terbawa arus,” ujar Uvi kepada Bantenbisnis.com (grup Aksiiklim.com).

Dijelaskan Uvi, hasil monitoring di lokasi penanaman di pesisir Sawah Kabayan di Desa Muara, mangrove yang sudah ditanam yang terdiri dari jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata berhasil tumbuh dengan baik dengan presentase mencapai 70%.

“Tumbuh kembangnya mangrove tersebut menandai adanya tingkat keberhasilan walau di tanam di lokasi pesisir pantai yang sangat beresiko dihantam oleh ombak besar hampir sepanjang hari karena berhadapan langsung dengan lautan samudera hindia yang dikenal arus ombaknya yang kencang,” kata Uvi yang juga aktivis PMII dan fungsionaris KNPI Malingping.

Dikatakan Uvi, hasil monitoring di pesisir sawah kabayan dirinya mengaku senang karena tumbuh kembang mangrove cukup baik. Namun ia menyarankan agar dilakukan program tambal sulam karena 30% mangrove didapati hilang karena terbawa arus ombak.

By Adam Gumelar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Menarik Lainnya