Habitat

Berita terpilih seputar ekosistem habitat binatang dilindungi. Referensi berita bagi pelaku penggiat lingkungan hidup dan pemangku kebijakan.

Terjebak di Kolam Ikan, BBKSDA Riau Bersama Warga Evakuasi Tapir

Terjebak di Kolam Ikan, BBKSDA Riau Bersama Warga Evakuasi Tapir

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Pekanbaru - Pusat panggilan (call center) Balai Besar KSDA Riau pada Selasa (20/04/21) mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya Tapir yang terjebak masuk dalam kolam ikan Ibu Juleha di perumahan Cendrawasih, Jl. Garuda Sakti KM.3 Pekanbaru. Tim Rescue segera diturunkan untuk melakukan evakuasi. Tim Balai Besar KSDA Riau bersama dengan warga perumahan, aparat desa, Polisi  dan Babinsa mengevakuasi Tapir yang terjebak di kolam ikan semen berukuran sekitar 5 x 6 m dengan kedalaman sekitar 170 cm yang sedang dikosongkan namun terisi air. BACA JUGA : Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan…
Lanjut Baca
Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Satwa Dilindungi di Bali

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Satwa Dilindungi di Bali

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Bali - Tim Operasi Gabungan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Polda Bali dan TNI berhasil menyita 24 ekor burung tergolong jenis yang dilindungi, dan mengamankan sdr. INS (47), di Desa Jln Kartika Plasa, GG Manga BR Anyar, Kuta, Bali, 21 April 2021. Burung-burung yang disita: 2 ekor kakatua seram, 8 ekor kakatua putih jambul kuning, 7 ekor nuri bayam, 2 ekor nuri kepala hitam, 3 ekor jalak putih, 2 ekor jalak bali.…
Lanjut Baca
Balai Besar KSDA Sumatera Utara Menerima 2 Orangutan Dari BKSDA Jawa Tengah

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Menerima 2 Orangutan Dari BKSDA Jawa Tengah

Pewarta : Evansus Renandi Manalu | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com, Medan - Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima sepasang Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Asto (jantan) dan Asih (betina) dari Balai KSDA Jawa Tengah. Kedua orangutan yang masih belia diperkirakan berumur antara 2-5 tahun, diterbangkan dari bandara Ahmad Yani Semarang dan mendarat di bandara Kuala Namu Internasional, Deli Serdang, Sabtu 10 April 2021. BACA JUGA : Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur Keterangan yang disampaikan Kepala Balai KSDA Jawa Tengah Darmanto, ia mengatakan, kedua orangutan yang dilindungi tersebut merupakan penyerahan masyarakat di Bandungan,…
Lanjut Baca
Kelahiran Elang Jawa Prawara TN Halimun Salak, Sang Penerus Penguasa Tahta Langit

Kelahiran Elang Jawa Prawara TN Halimun Salak, Sang Penerus Penguasa Tahta Langit

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Pada awal April 2021, telah lahir Sang Penerus Penguasa Tahta Langit, yaitu seekor anak elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sukabumi. Garuda Kecil/Muda yang baru lahir itu diberi nama “PRAWARA” yang dalam bahasa Sansekerta berarti paling terkemuka. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Wardi Septiana menjelaskan, kelahiran ini memang secara khusus dan rutin dipantau oleh tim monitoring Elang Jawa Balai TNGHS sejak bulan Desember 2020. Setiap aktivitas dari pasangan Elang Jawa ini direkam, dari mulai penataan sarang, pengeraman telur, dan…
Lanjut Baca
Ular Sanca Batik Hasil Serahan Masyarakat Dilepasliarkan di TWA Danau Towuti Makassar

Ular Sanca Batik Hasil Serahan Masyarakat Dilepasliarkan di TWA Danau Towuti Makassar

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com, Makassar - Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Regu Anoa Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 2 Malili Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bersama anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) M. Jafar melakukan rilis satwa atau pelepasliaran satwa ke habitatnya pada Sabtu (17/04/2021). Kali ini lokasi pelepasliaran di Taman Wisata Alam (TWA) Danau Towuti Kabupaten Luwu Timur dengan jenis satwa yang dilepasliarkan yaitu 1 ekor ular Sanca Batik (Malayiphyton reticulatus) dengan panjang 4 meter. BACA JUGA : Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung Proses pelepasliaran dilakukan menggunakan speed boat di kawasan TWA Danau Towuti,…
Lanjut Baca
Mitigasi Konflik Gajah Sumatera di Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru

Mitigasi Konflik Gajah Sumatera di Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com, Pekanbaru - Konflik Gajah Sumatera terjadi di Jalan Riau Baru, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Tim dari BKDA Riau melakukan koordinasi dengan Ketua RT 06 dan warga setempat. Kemudian tim melakukan pengecekan dan penyisiran ke lokasi kejadian di wilayah RT 06. Dalam proses penyisiran tersebut, dijumpai tanaman kelapa sawit warga yang dirusak kawanan Gajah liar. BACA JUGA : BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokas Tim berjibaku bersama warga setempat melakukan penyisiran dengan mengikuti jejak Gajah liar. Dari jejak yang dijumpai di lokasi, kawanan Gajah…
Lanjut Baca
Taman Nasional Taka Bonerate Lakukan Inventarisasi Burung Pantai

Taman Nasional Taka Bonerate Lakukan Inventarisasi Burung Pantai

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Benteng - Balai Taman Nasional Taka Bonerate telah melakukan kegiatan Inventarisasi Burung Pantai/Burung Laut di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 s.d 12 April 2021. Kegiatan inventarisasi dalam wilayah SPTN Wilayah I Tarupa ini dilakukan di beberapa lokasi yaitu Latondu Kecil, Latondu Besar, Bunging Tinabo, Tinabo Kecil, Tinabo Besar, Tinanja, Tarupa Kecil, dan Pulau Belang-Belang. BACA JUGA : BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan data potensi jenis burung pantai/burung laut di TN Taka…
Lanjut Baca
BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

Pewarta : Meity Pattipawaej | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Ambon - Balai KSDA Maluku melakukan pelepasliaran satwa liar dilindungi di dua lokasi yang berbeda, yaitu Suaka Alam (SA) Gunung Sahuwai-Taman Jaya, Desa Piru, Kec. Seram Barat, Kab. Seram Bagian Barat dan Suka Alam Sungai Nief, Desa Dawang, Kec. Teluk Waru, Kab. Seram Bagian Timur pada Selasa (6/04/21). BACA JUGA : FIA Unilak Teken PKS Perubahan Iklim, Menteri LHK: Rintisan Akan Terus MeluasSatwa yang dilepasliarkan di SA Gunung Sahuwai sebanyak 199 ekor, dengan rincian 146 ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus); 53 ekor Nuri Maluku (Eos bornea). Sedangkan satwa yg dilepaskan…
Lanjut Baca
Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung

Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung

Pewarta : Siti Roqayah | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com , Kayong Utara - Untuk mengetahui keberadaan Orangutan di lokasi Hutan Rawa Gambut yang termasuk ke dalam wilayah desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 17 Maret sampai dengan 24 Maret 2021, tim Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Palung beserta masyarakat melakukan monitoring populasi Orangutan di lokasi tersebut. Adapun metode yang digunakan adalah metode Line transect survey. Jumlah transek sebanyak 4 pada masing-masing transek dengan panjang transek 1 km dan lebar antar transek 200 m. Foto : Yayasan Palung BACA JUGA : FIA Unilak Teken PKS Perubahan…
Lanjut Baca
Dirawat Sejak Anakan, Elang Ular Bido Hasil Evakuasi BBKSDA Sumut Tidak Bisa Terbang

Dirawat Sejak Anakan, Elang Ular Bido Hasil Evakuasi BBKSDA Sumut Tidak Bisa Terbang

Pewarta : M Iqbal Ali Nasution | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Bermula pada April 2020, Daniel Bangun menemukan satu ekor anakan burung yang tidak diketahui jenisnya di tempat kerja yang bersangkutan di Provinsi Riau. Kemudian burung tersebut dibawa pulang ke Langkat Sumatera Utara dan dipelihara di rumahnya. BACA JUGA : Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim Hari berganti hari, setelah kurang lebih 1 tahun dan sudah mulai tumbuh bulu-bulu pada burung, Daniel mencari informasi jenis burung apa yang telah ditemukannya. Ternyata burung yang ditemukan dan dipeliharanya adalah burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela). BACA JUGA : BBKSDA Jawa…
Lanjut Baca