Riset

Berita terpilih seputar publikasi hasil riset akademisi dan profesional di lingkungan hidup. Referensi berita bagi stakeholder dan pemangku kebijakan.

Hulu Sungai Musi Miliki Bahaya Erosi, Riset Tawarkan Solusi

Hulu Sungai Musi Miliki Bahaya Erosi, Riset Tawarkan Solusi

Pewarta : Indah Rahmawati | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Sebagian wilayah hulu Sungai Musi tepatnya pada Sub DAS Perapau di Sumatera Selatan terindikasi memiliki tingkat bahaya erosi (TBE) sangat berat. Untuk solusinya, Kunarso dan Syabana, dari hasil risetnya menawarkan rekomendasi arahan konservasi tanah secara vegetatif dan mekanis, sebagaimana dirilis dalam Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018.  Tindakan konservasi secara vegetatif dengan skenario penghutanan kembali dan agroforestri (skenario 1) mampu menurunkan luas area kelas TBE sangat berat sebesar 42,6%, sedangkan skenario kedua yaitu penerapan konservasi tanah dengan pembuatan teras mampu menurunkan luas kelas TBE sangat berat sebesar…
Lanjut Baca
Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim

Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim

Pewarta : Rizky Suhartono | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Perubahan iklim memberikan pengaruh berbeda kepada laki-laki dan perempuan serta kehilangan kekayaan biodiversitas, khususnya kehilangan akses atas sumber daya alam milik bersama (common property). Untuk memperkuat strategi penguatan isu gender dalam pengendalian perubahan iklim dan konservasi lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyelenggarakan Diskusi Pojok Iklim secara virtual pada Rabu, (7/4) dengan mengangkat topik “Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim”. BACA JUGA : Menteri LHK Tanam Mangrove di Dumai, PEN Mangrove 2021 di Riau DimulaiPada diskusi pojok iklim kali ini, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan…
Lanjut Baca
Pelayaran Riset Ekspedisi Indonesia Timur 2021, Menguak Arus Lintas Indonesia

Pelayaran Riset Ekspedisi Indonesia Timur 2021, Menguak Arus Lintas Indonesia

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Nurul Ikhsan “Ekspedisi ini ditujukan untuk mengetahui sifat-sifat oseanografi fisika dari arus laut lintas Indonesia atau disebut juga dengan Indonesia Throughflow, percampuran air, dan kenaikan permukaan air laut."Laksana Tri Handoko | Kepala LIPI AKSIIKLIM.com, Jakarta - Wilayah laut Indonesia mencakup hampir 70% luas wilayah Nusantara. Di dalamnya terdapat Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang menjadi kanal penghubung perairan Indonesia Pasifik dan Samudra Hindia. Arlindo berperan penting dalam mengangkut panas global dan memengaruhi iklim dunia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseaonografi melakukan pelayaran riset Ekspedisi Indonesia Timur 2021 untuk menguak karakter Airlindo…
Lanjut Baca
Hasil Riset, Desa Tangguh Mampu Perkuat Mitigasi Bencana Karhutla

Hasil Riset, Desa Tangguh Mampu Perkuat Mitigasi Bencana Karhutla

Pewarta : Alhusna Padmawijaya | Editor : Heri Taufiq Aksiiklim.com - Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia seolah-olah telah menjadi agenda tahunan di musim kemarau. Desa-desa di dalam dan sekitar hutan, serta masyarakat yang bermukim di sana, menjadi pihak terdekat dan pertama kali merasakan dampaknya. Bagaimana kesiapan mereka?  Sebagai unit pemerintahan terkecil yang berada paling dekat dengan lokasi karhutla, peran desa menjadi sangat strategis. Desa yang tangguh bencana karhutla, karena mampu mengenali ancaman serta mengorganisir SDM untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana, akan berkontribusi besar dalam mengurangi eskalasi bencana dan dampak karhutla di tingkat…
Lanjut Baca
PKSPL IPB University Inisiasi Penguatan Kelembagaan Ekosistem Pesisir di Raja Ampat Papua Barat

PKSPL IPB University Inisiasi Penguatan Kelembagaan Ekosistem Pesisir di Raja Ampat Papua Barat

Pewarta : Irwan Adhi Husada | Editor : Heri Taufiq AKSIIKLIM.com, Bogor - Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University melakukan inisiasi awal penguatan kelembagaan pengelola ekosistem pesisir di Kampung Yensawai Barat Distrik Batanta Utara Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Inisiasi awal ini dilakukan melalui program Desain Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu dalam Mendukung Percepatan Pelaksanaan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) di Provinsi Papua Barat. Kegiatan dimulai tanggal 9 Maret sampai dengan 13 Maret 2021. Tim PKSPL LPPM IPB University terdiri dari Dadan Mulyana, Muhammad Qustam Sahibuddin, Robba…
Lanjut Baca
LIPI Fokuskan Tiga Aspek pada Riset Kebencanaan

LIPI Fokuskan Tiga Aspek pada Riset Kebencanaan

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq AKASIIKLIM.com, Jakarta – Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang memiliki banyak potensi bencana. Sejak awal bulan Januari yaitu tanggal 1 hingga 26, tercatat sebanyak 221 bencana telah terjadi di Indonesia. “Mengingat tingginya ancaman bencana di Indonesia maka LIPI tergerak untuk melakukan penelitian terkait bencana pada spektrum yang luas. LIPI fokus melakukan penelitian pada tiga aspek yaitu mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan pasca bencana,” ungkap Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Kamis (4/3). Handoko menyampaikan bahwa riset yang fundamental sangat penting karena menjadi dasar landasan…
Lanjut Baca
Prof Dr Niken Ulupi Bicara Sudut Pandang Ilmiah Haramnya Telur dari Binatang Haram

Prof Dr Niken Ulupi Bicara Sudut Pandang Ilmiah Haramnya Telur dari Binatang Haram

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq AKASIIKLIM.com – Telur yang dihasilkan oleh binatang halal sudah jelas dan disepakati bahwa telur tersebut juga halal untuk dikonsumsi. Lalu bagaimana hukumnya telur yang dihasilkan oleh binatang yang haram dikonsumsi seperti ular, buaya, penyu, katak dan lainnya? Memang ada sebagian orang yang berpendapat bahwa telur dari hewan haram hukumnya suci. Tetapi Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa telur yang berasal dari binatang yang tidak halal, haram untuk dikonsumsi. BACA JUGA : Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University Prof Dr Niken Ulupi, Guru Besar IPB University dari…
Lanjut Baca
Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University

Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University

Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University AKASIIKLIM.com – Sebagai upaya mitigasi bencana terutama bencana longsor, muncul wacana menanam vetiver atau akar wangi di daerah rawan longsor. Namun upaya mitigasi tersebut harus direncanakan secara transdisiplin dan terintegrasi.Menurut Guru Besar IPB University di bidang Ekologi dan Manajemen Lanskap, Prof Dr Hadi Susilo Arifin, ada banyak tumbuhan yang bisa diusung sebagai tanaman pencegah erosi. Salah satunya adalah tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) yang dikenal dengan nama populernya sebagai vetiver. BACA JUGA : Prof Dr Niken Ulupi Bicara Sudut Pandang Ilmiah Haramnya Telur dari Binatang Haram Vetiver adalah tanaman yang memiliki…
Lanjut Baca
Tanin Mahoni, Potensial Gantikan Perekat Sintetis

Tanin Mahoni, Potensial Gantikan Perekat Sintetis

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com – Produk kopolimerisasi tanin ekstrak dari kulit kayu mahoni dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan kayu laminasi berupa balok (glulam) dan papan lamina (laminated board). Kualitas perekatan dan sifat mekanik kedua jenis produk tersebut sebanding dengan produk sejenis berperekat impor. Kandungan tanin pada ekstrak kulit mahoni (Swietenia macrophylla) potensial dikembangkan untuk menggantikan bahan perekat sintetis. Efisiensi menjadi keunggulannya. Hal ini terungkap dari riset Adi Santoso, dkk yang dirilis dalam Jurnal Penelitian Hasil Hutan Volume 38 Nomor 3 Tahun 2020.  BACA JUGA : Mikroba Hutan, Si Kecil Bermanfaat Besar Aplikasi tanin mahoni…
Lanjut Baca
Mikroba Hutan, Si Kecil Bermanfaat Besar

Mikroba Hutan, Si Kecil Bermanfaat Besar

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com – Mikroba hutan, merupakan salah satu komponen sumber daya hutan. Beragam jenis mikroba (bakteri, fungi, yeast, virus, dan lain-lain) diketahui berkontribusi besar bagi keseimbangan ekosistem hutan dan menyimpan banyak manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Di antara manfaatnya dalam bidang kehutanan, lingkungan (bioremediasi, bioplastik), kesehatan (bio-health), dan energi. BACA JUGA : Dr Wini Trilaksani Ungkap Manfaat dan Alasan Fantastisnya Harga Caviar C mencapai  4199 isolat yang terdiri dari 1618 isolat fungi berfilamen; 1619 isolat bakteri; 83 isolat aktinomiset; 807 isolat yeast (khamir) serta 73 isolat yang belum terkelompokkan. Dari 4199 isolat…
Lanjut Baca