Korporasi

Terendah di ASEAN, Sektor Kelistrikan RI Sumbang Emisi 14% dari Total Nasional

Terendah di ASEAN, Sektor Kelistrikan RI Sumbang Emisi 14% dari Total Nasional

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - PT PLN (Persero) melihat bahwa keandalan teknologi akan sangat menentukan upaya menuju Nol Emisi Karbon. Tren 3D atau Dekarbonisasi, Desentralisasi dan Digitalisasi turut mempengaruhi berbagai perencanaan dan strategi menuju 2060 mendatang. Masa di mana PLN menargetkan Netral Karbon dapat diwujudkan dari proses bertahap. Sehingga dukungan teknologi disebut menentukan. Zulkifli Zaini, Direktur Utama PLN dalam Pekan Inovasi Energi Baru dan Terbarukan Indonesia yang digelar oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan saat ini di tengah perkembangan teknologi, pihaknya terus mendorong pengurangan efek gas rumah kaca lewat berbagai cara. BACA…
Lanjut Baca
Rayakan 60 Tahun Hijaukan Negeri, Perhutani Bangkit dan Tumbuh

Rayakan 60 Tahun Hijaukan Negeri, Perhutani Bangkit dan Tumbuh

Pewarta : Adama Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan Aksiiklim.com - Perum Perhutani mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut hari jadinya yang ke-60 dengan tema “Rise and Growth”. Puncak acara dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2021 secara serentak di seluruh Unit Kerja meliputi Pulau Jawa dan Madura. Peringatan Hari Jadi Perum Perhutani di Kantor Pusat diselenggarakan di Ruang rapat Kawah Putih Lt. 19 dan disiarkan secara langsung di channel youtube Perum Perhutani. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dewan Pengawas beserta Dewan Direksi Perhutani dan Anak Perusahaan, Mitra Kerja serta perwakilan karyawan Perhutani Kantor Pusat dengan menggunakan Protokol Kesehatan. Pada…
Lanjut Baca
Mengenal Proper, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Mengenal Proper, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com – Sejarah kelahiran Proper tidak dapat dilepaskan dari program kali bersih (Prokasih). Dari Prokasih, ditarik satu pelajaran penting, bahwa pendekatan pengelolaan lingkungan konvensional “command and control” ternyata tidak dapat mendorong peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan secara menyeluruh. Pada awal pelaksanaan Prokasih, sistem penegakan hukum lingkungan masihlemah, sistem peraturan belum memadai dan kapasitas serta jumlah pengawas lingkungan hidup juga masih terbatas. Tahun 1990-an, sulit mengharapkan industri patuh terhadap peraturan dan bersedia menginvestasikan uang untuk membangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Bahkan jika mereka sudah investasi, sulit untuk  mengharapkan IPAL tersebut dioperasikan secara benar. Bank Dunia (1990) menemukan terjadinya ketimpangan dalam pola pembuangan   beban pencemaran industri ke sungai. Sekitar 10% industri peserta Prokasih ternyata menghasilkan 50% dari total BOD yang dibuang oleh seluruh industri yang diawasi. Jika distribusi ini  ditarik lebih ke atas, ternyata 75% dari total BOD…
Lanjut Baca