PKHL KLHK Gelar Bimtek Publikasi Dalkarhutla

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan

AKSIIKLIM.com, Jakarta – Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) menggelar Bimbingan Teknis Publikasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tentang editing foto dan video untuk konten media sosial, secara tatap muka dan virtual (8 – 9/11/2022).

Pada tahun 2021 Direktorat PKHL telah menyelenggarakan bimbingan teknis penulisan konten media sosial dan teknik fotografi, sehingga bimtek editing foto dan video ini dilakukan untuk terus mendukung tim publikasi dalkarhutla dalam mengelola media sosial.

Bimbingan teknis kali ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Nerry Supanji kreator Canva, dan Joko Susilo kreator video. Materi bimbingan teknis yang diberikan secara garis besar terdiri dari pengenalan tools dan praktik penggunaan tools aplikasi. 

Dalam sambutannya selaku Plh. Direktur PKHL,  Purwantio menyampaikan bahwa media sosial berperan sangat penting sebagai salah satu media informasi publik, sehingga perlu diperhatikan dalam mengelola media sosial khususnya akun media sosial pemerintah, harus menjaga etika dan prinsip yang berbeda dibanding mengelola akun media sosial pribadi.

“Untuk mengoptimalikan penggunaan media sosial oleh tim publikasi dalkarhutla, pengelola media sosial harus dibekali dengan kemampuan khusus, antara lain kemampuan berkomunikasi secara interaktif dengan netizen, kemampuan menggunakan aplikasi olah gambar untuk membuat konten-konten media sosial. Untuk itulah tim publikasi dalkarhutla diberikan bimbingan teknis media sosial dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman,” jelas Purwantio.

Dalam paparannya, Nerry Supanji menyampaikan presentase penggunaan media sosial di Indonesia dengan rentang usia 16-64 tahun, dan dapat diketahui bahwa whatsapp, instagram, dan facebook merupakan tiga besar platform dengan pengguna terbanyak. Platform media sosial yang sesuai untuk kegiatan publikasi dari instansi pemerintahan adalah instagram. Terdapat tiga bentuk feed instagram yang umum ditemukan, yaitu single image, video/reels, dan carousel.

Pemilihan Canva sebagai aplikasi untuk pembuatan konten media sosial yaitu bisa untuk membuat desain seragam dalam waktu singkat, edit video secara sederhana, dan stopmotion. Dalam pembuatan konten media sosial perlu diperhatikan pemilihan warna, font dan elemen. Prinsip desain grafis yang dapat digunakan yaitu contrast, balance, emphasis, repetition, proportion, hierarchy, rhythm, pattern, white space, movement, variety, dan unity.

“Kelebihan penggunaan aplikasi Canva selain untuk edit foto, dapat juga digunakan untuk membuat desain grafis lain seperti pamflet, poster, microblog, quotes, dan infografis,” jelas Nerry.

Joko Susilo, mengawali paparannya dengan menyebutkan alasan penggunaan aplikasi VN untuk editing video. VN merupakan aplikasi yang ringan baik untuk pemula maupun profesional, memiliki fitur yang lengkap, tidak ada watermark, serta tampilan dan menunya yang mudah. 

“Langkah-langkah dalam pembuatan video dimulai dengan memasukkan bahan footage, menentukan musik yang akan digunakan dan menandai ritme atau beatnya, mengatur durasi, mengatur transisi, memilih grading, dan langkah terakhir dengan ekspor file sesuai dengan resolusinya,” ungkap Joko. 

Disampaikan pada saat penutupan, Purwantio berharap melalui bimtek publikasi dalkarhutla ini akan meningkatkan kapasitas para peserta, khususnya dalam pembuatan konten media sosial khususnya editing foto dan video untuk mendukung upaya publikasi pengendalian karhutla.

By Adam Gumelar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya