Aksi Iklim

Berita terpilih seputar kongkrit programgerakan aksi iklim. Referensi berita bagi pelaku usaha, penggiat lingkungan hidup dan pemangku kebijakan.

Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur

Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Jember - Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung pelestarian kawasan hutan. Dampak dari kerusakan hutan yang terjadi dapat menimbulkan ancaman terjadinya bencana berupa banjir, longsor, dan kekeringan saat musim kemarau. Langkah penanggulangan kawasan yang terdegradasi tersebut Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri telah melakukan upaya kegiatan Pemulihan Ekosistem berbasis masyarakat melalui kemitraan konservasi seluas 1.000 hektar. BACA JUGA : Kelahiran Elang Jawa Prawara TN Halimun Salak, Sang Penerus Penguasa Tahta Langit Selain itu TN Meru Betiri juga melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang dilakukan pada 10 (sepuluh) Desa…
Lanjut Baca
FIA Unilak Teken PKS Perubahan Iklim, Menteri LHK: Rintisan Akan Terus Meluas

FIA Unilak Teken PKS Perubahan Iklim, Menteri LHK: Rintisan Akan Terus Meluas

Pewarta : Irwan Adhi Husada | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com - Bentuk komitmen kerja kolaborasi multipihak dalam mengatasi perubahan iklim, Sabtu (10/4/2021) ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PPI KLHK) dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (FIA Unilak) Pekanbaru. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong, ikut menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Sesditjen PPI KLHK, Novia Widyaningtyas, dan Dekan FIA Unilak Alexsander Yandra, di Hotel The Premiere, Pekanbaru. Selain itu turut hadir Staff Ahli Menteri LHK, Prof. Winarni Monoarfa, Tenaga Ahli Menteri LHK Afni Zulkifli, Bupati Siak…
Lanjut Baca
Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim

Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim

Pewarta : Rizky Suhartono | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Perubahan iklim memberikan pengaruh berbeda kepada laki-laki dan perempuan serta kehilangan kekayaan biodiversitas, khususnya kehilangan akses atas sumber daya alam milik bersama (common property). Untuk memperkuat strategi penguatan isu gender dalam pengendalian perubahan iklim dan konservasi lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyelenggarakan Diskusi Pojok Iklim secara virtual pada Rabu, (7/4) dengan mengangkat topik “Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim”. BACA JUGA : Menteri LHK Tanam Mangrove di Dumai, PEN Mangrove 2021 di Riau DimulaiPada diskusi pojok iklim kali ini, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan…
Lanjut Baca
Menteri LHK Tanam Mangrove di Dumai, PEN Mangrove 2021 di Riau Dimulai

Menteri LHK Tanam Mangrove di Dumai, PEN Mangrove 2021 di Riau Dimulai

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com, Dumai - Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar bersama dengan Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Sekdaprov Riau, Walikota Dumai Paisal, Wakil Walikota Dumai, Harris, dan jajaran pejabat KLHK serta seluruh unsur Forkompimda Kota Dumai, melakukan penanaman mangrove di Pantai Purnama, Sabtu (10/4/2021). Ada 700 bibit kayu api-api (Avicennia.sp) yang ditanam bersama masyarakat di Pantai Purnama. Lokasi ini mengalami abrasi dampak ombak selat Rupat. Saat tiba di lokasi, Menteri LHK Siti Nurbaya terlihat serius menyimak dan mencatat berbagai laporan yang disampaikan perangkat pemerintah setempat mengenai abrasi yang menghilangkan…
Lanjut Baca
Sabuk Hijau Bendungan Tukul Pacitan Seluas Hampir 2.500 Ha Ditanami Pohon Buah, Warga Peroleh Manfaat Ekonomi

Sabuk Hijau Bendungan Tukul Pacitan Seluas Hampir 2.500 Ha Ditanami Pohon Buah, Warga Peroleh Manfaat Ekonomi

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Pacitan - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) terus berkomitmen dalam rangka berperan aktif terhadap konservasi alam melalui penghijauan dengan melakukan penanaman pohon yang benilai ekonomis pada semua area infrastruktur. Salahsatunya dengan memanfaatkan area sabuk hijau (greenbelt) seluas 2.496 hektar di sekitar Bendungan Tukul yang telah ditanam pohon sebanyak 655 pohon bernilai ekonomis.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan dalam kegiatan pembangunan PUPR, prosesnya harus berfokus pada penyediaan lapangan kerja atau padat karya, "misalnya penghijauan, mulai dari pembibitan, kemudian penanaman hingga pemeliharaan diharapkan sekaligus membuka lapangan kerja baru," katanya. BACA JUGA :…
Lanjut Baca
Kampung Iklim Akan Diperluas serta Berjejaring

Kampung Iklim Akan Diperluas serta Berjejaring

Penulis : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan Aksiiklim.com, Jakarta - Menteri LHK, Siti Nurbaya mengunjungi Kampung Ikim di Karawaci Tangerang dan di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (18/3/2021). Dalam kunjungan kerja ini Menteri Siti mengatakan jika program kampung iklim merupakan program nyata penanggulangan perubahan iklim yang akan terus diupayakan dapat direplikasi diberbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya bersama masyarakat turut serta melakukan pengendalian perubahan iklim. "Konsep Kampung Iklim (Proklim) adalah bagaimana kita secara bersama sama mulai memakai gaya hidup ramah lingkungan," ujar Menteri Siti dalam sambutannya pada kunjungan kerja tersebut. Gaya hidup ramah lingkungan disebut Menteri Siti banyak…
Lanjut Baca
BKSDA Jakarta Kembali Gelar Ngonser, Ngobrol Lingkungan dan Hutan Lestari

BKSDA Jakarta Kembali Gelar Ngonser, Ngobrol Lingkungan dan Hutan Lestari

Pewarta : Muhammad Ramdhan | Editor : Heri Taufiq          AKSIIKLIM.com, Jakarta – Memperingati Hari Perempuan Internasional dan Hari Bhakti Rimbawan ke-38, BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) DKI Jakarta dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) kembali menyelenggarakan acara Ngonser (Ngobrol Santai Konservasi) di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta, (20/2). Ngonser merupakan bagian dari Program Kerja Sama Penguatan Fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke yang didukung oleh berbagai mitra yang tergabung dalam Konsorsium MERA. BACA JUGA : PN Belitung Vonis PT PAN Bayar Rp 1,15 Miliar untuk Kasus Reklamasi Tanpa IzinKepala Balai KSDA DKI Jakarta, Karyadi, saat membuka acara ini mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan…
Lanjut Baca
WAHMI Laksanakan Monev dan Perawatan Mangrove di Pesisir Karawang

WAHMI Laksanakan Monev dan Perawatan Mangrove di Pesisir Karawang

Staf dari Yayasan Wahana Mangrove Indonesia (WAHMI) tengah melakukan program monitoring dan evaluasi (Monev) dan perawatan mangrove di pesisir Tangkolak Barat, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). Foto : AKSIIKLIM.com/Feirza Riza
Lanjut Baca
Menteri LHK: Tanam Pohon Bangun Jiwa Korsa dan Asah Kepekaan Rimbawan

Menteri LHK: Tanam Pohon Bangun Jiwa Korsa dan Asah Kepekaan Rimbawan

Pewarta : Rizky Suhartono | Editor : Nurul Ikhsan Menanam pohon bersama di Rumpin, menandakan adanya kepekaan rimbawan akan kebutuhan saat ini untuk senantiasa membangun seraya memperbaiki dan menjaga lingkungan. Rumpin menjadi salah satu titik pangkal untuk upaya pemulihan lingkungan secara nasional.Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya AKSIIKLIM.com, Bogor – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bersama Wakil Menteri (Wamen) LHK, Alue Dohong, didampingi oleh Pejabat Pimpinan Tinggi lingkup Kementerian LHK, melakukan penanaman pohon di lokasi pembangunan Pusat Persemaian Modern Rumpin, Bogor (13/3/2021). Penanaman ini dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-38 pada tahun 2021. Menteri…
Lanjut Baca
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Mengembangkan Budidaya Tambak Udang Super Intensif Yang Terkendali

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Mengembangkan Budidaya Tambak Udang Super Intensif Yang Terkendali

Sulawesi Selatan, Aksiiklim.com – Tambak super insentif masih dianggap publik mempunyai dampak yang buruk terhadap lingkungan. Karena itu, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengembangkan budidaya super intensif yang terkendali, dengan produktivitas tinggi, multi manfaat, dan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang baik. “Karena impresi publik menyatakan tambak super intensif ini masih membahayakan lingkungan. Ini Anda harus balik menjadi sebuah opportunity yang terkendali dan bisa diatasi. Jadi formula ini saya mohon bisa keluar sebagai suatu model. Segera kita tampilkan, ceritakan dari hulu ke hilir, disusun dijadikan suatu buku panduan. Buku panduan itu…
Lanjut Baca