Capaian Ekologi, Sosial dan Ekonomi PEN LHK 2020 dengan Enam Pendekatan Baru: Catatan Monitoring dan Evaluasi

Pewarta : Risda Hutagalung | Editor : Heri Taufiq

AKSIIKLIM.com – Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tahun 2020 dilakukan dalam 3 jalur kerja: ekologi, sosial, dan ekonomi, di 515 desa. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi mencatat, peta hasil kerjanya antara lain 36.299 ha kawasan gambut dinaturalisasi terbasahkan, dan 17.241 ha areal kritis ekosistem mangrove telah kembali ditanami.

PEN LHK bekerja di 97 KHG (Kesatuan Hidrologis Gambut), memperbaiki tata kelola dan manajemen air ekosistem gambut, 663 kanal (tabat) dibangun di kawasan hutan dan 9 kanal di areal non kawasan hutan. Menjaga biodiversitas satwa dalam pembangunan lahan pangan, 4 lokasi kantong-kantong satwa dalam kerangka pembangunan koridor satwa, juga dilakukan. PEN LHK juga memberikan kepastian (penguasaan lahan-tenurial) dan melakukan penataan batas sepanjang 3.176 km di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Papua.

BACA JUGA : Kunjungi Kalsel, Wamen LHK Pastikan Penanganan Pasca Banjir Kalsel Terintegrasi

Dalam kerangka padat karya, program PEN LHK menyerap tenaga kerja 76.380 orang masyarakat, dan melibatkan aktif sebanyak 53.625 orang masyarakat. 2.965 orang diantaranya telah ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan agroforestry/sylvofishery/silvopasture, restorasi gambut, dan bisnis hasil hutan bukan kayu. Masyarakat aktif tersebut dilembagakan dalam 930 kelompok, juga 14 KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) baik dalam kerangka kerja perhutanan sosial maupun penanaman mangrove.

Gradasi level lembaga dari level insidentil sampai dengan telah terlembaga secara legal dan diakui (legitimasi). Kelompok-kelompok penanam mangrove pada umumnya masih kelompok insidentil, sedangkan kelompok-kelompok hutan sosial pada umumnya telah dilembagaformalkan. Keberadaan kelompok ini menjadi harapan ke depan untuk aspek keberlanjutan dan kesuksesan berikutnya.

BACA JUGA : Mengenal Kupu-Kupu Malam Papua

Menaikkan kapasitasnya, 94 lembaga masyarakat diintervensi dalam program ini. Akses lahan juga diberikan kepada masyarakat: izin hutan sosial 104.072 ha diberikan kepada 80 KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial). Lumbung padi gambut (rice peatlands) seluas 121 ha dibangun dan hasilnya dicatat panen Gabah Kering Panen (GKP) 3,097 ton/ha atau Gabah Kering Giling (GKG) 2,582 ton/ha.

Terdapat 11 demo pilot di area non kawasan hutan dan 8 demplot di kawasan hutan untuk memberikan percontohan restorasi gambut, kemandirian masyarakat gambut, padi gambut, agroforestryagrosylvoforestry, dan silvopasture. Selain itu juga dibangun 5 COEs-Center of Excellences tata kelola gambut dan pangan gambut.

Agenda padat karya telah membantu ekonomi masyarakat: 76.380 orang tenaga kerja diserap dari masyarakat. Capaian-capaian tersebut seluruhnya dituangkan dalam 292 dokumen PEN LHK, selain sebagai catatan kerja, juga sebagai bahan pembelajaran langkah ke depan.

BACA JUGA : Pengelolaan Limbah Abu Batubara Berdasarkan PP Tetap Lindungi Lingkungan

Intervensi Kebijakan Baru dan Dampaknya

Enam langkah baru Kementerian LHK terkait Program PEN, yaitu 1) Pergeseran tenaga kerja kontraktor menjadi tenaga kerja masyarakat; 2) Pergeseran alokasi belanja anggaran negara kepada kontraktor menjadi kepada kelompok masyarakat; 3) Inisiatif baru integrasi pelaksanaan kerja antar unit kerja (integrated working & team); 4) Pendekatan baru pengendalian dan pengawasan berbasis pendampingan harian dan pembukaan konsultasi (preventing approach); 5) Sistem monitoring kerja realtime, digital, dan terintegrasi; serta 6) Pergeseran sistem pembayaran langsung dari Kementerian Keuangan kepada masyarakat pelaksana (account to account).

Pendekatan konsultasi harian tentang akuntabilitas pelaksanaan PEN LHK juga dilakukan. Pemetaan hambatan dan pengendalian risiko dilakukan secara dini guna menyiapkan antisipasi sesegera mungkin. Kehadiran angka dan data realtime digital online monitoring PEN LHK Hijau Memantau, yang secara harian dapat diakses publik untuk melihat progresnya, sangat membantu.

Pemetaan monitoring geotagging yang menampilkan spasialisasi kegiatan juga menjadi terobosan baru, yang ke depan perlu mendapat perhatian khusus untuk dilakukan dalam setiap agenda besar program. Kegiatan dipetakan di 918 tapak, detailnya dapat dilihat pada http://pen.menlhk.go.id/. Hijau Memantau juga bekerja tidak sekedar menyajikan progres data, namun juga melakukan promosi kegiatan PEN LHK serta membuka aduan publik.

Survei publik melalui Hijau Memantau menyebutkan 56,73% responden menyatakan sangat puas dengan program PEN LHK, serta 35,10%nya menyatakan puas. Dengan demikian, 91,83% publik (responden) puas dengan hadirnya program PEN LHK. Beberapa harapan ke depan dititipkan kepada pemerintah. 

Catatan Langkah ke Depan

Agenda keberlanjutan dan monitoring adopsi intervensi KLHK adalah titik poin ke depan. Mengukur keberhasilan 17.241 ha tanaman mangrove yang dikerjakan oleh kelompok masyarakat, pemanfaatan alat-alat produksi bisnis dan agroforestry, hasil produksi padi gambut masyarakat, pembangunan koridor satwa, efektifitas sekat kanal, dan pendampingan kelompok masyarakat hutan, baik kelompok hutan sosial maupun kelompok masyarakat konservasi berikut jalur-jalur baru ekonominya.

Beberapa catatan lapangan terkait resistensi masyarakat sekitar, perbedaan agenda dan persepsi antar kementerian juga terpotret dalam monitoring pelaksanaan. Selain Kementerian LHK, pelaksanaan PEN juga melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Pemerintah Daerah. Hal ini menjadi koreksi untuk perbaikan ke depan. Sinergi dan integrasi menjadi catatan tebal tahun 2020.

Dalam proses interaksi dengan masyarakat, pionir-pionir baru juga tumbuh di tapak. Harapan-harapan terbuka kedepan. Kisah Para Pionir, Ujung Tombak PEN LHK di Tingkat Tapak tertuang dalam buku “Pionir Tapak: Perintis Pemulihan Ekonomi Nasional Lingkungan Hidup dan Kehutanan”.

74 Karya PEN LHK kegiatan tahun 2020 yang dikemas berdasar parameter ekologi, sosial, dan ekonomi dalam desain monitoring Hijau Memantau yang dibangun Badan Litbang dan Inovasi ini, dapat diakses semua pihak dan dapat diunduh pada tautan di bawah ini. ***(RH)

Unduh Buku Pemulihan Ekonomi Nasional-PEN LHK: Monitoring & Evaluasi

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *