Tim Redaksi

Tim Redaksi

52 Posts
Balai Besar KSDA Sumatera Utara Menerima 2 Orangutan Dari BKSDA Jawa Tengah

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Menerima 2 Orangutan Dari BKSDA Jawa Tengah

Pewarta : Evansus Renandi Manalu | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com, Medan - Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima sepasang Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Asto (jantan) dan Asih (betina) dari Balai KSDA Jawa Tengah. Kedua orangutan yang masih belia diperkirakan berumur antara 2-5 tahun, diterbangkan dari bandara Ahmad Yani Semarang dan mendarat di bandara Kuala Namu Internasional, Deli Serdang, Sabtu 10 April 2021. BACA JUGA : Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur Keterangan yang disampaikan Kepala Balai KSDA Jawa Tengah Darmanto, ia mengatakan, kedua orangutan yang dilindungi tersebut merupakan penyerahan masyarakat di Bandungan,…
Lanjut Baca
Taman Nasional Taka Bonerate Lakukan Inventarisasi Burung Pantai

Taman Nasional Taka Bonerate Lakukan Inventarisasi Burung Pantai

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Benteng - Balai Taman Nasional Taka Bonerate telah melakukan kegiatan Inventarisasi Burung Pantai/Burung Laut di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 s.d 12 April 2021. Kegiatan inventarisasi dalam wilayah SPTN Wilayah I Tarupa ini dilakukan di beberapa lokasi yaitu Latondu Kecil, Latondu Besar, Bunging Tinabo, Tinabo Kecil, Tinabo Besar, Tinanja, Tarupa Kecil, dan Pulau Belang-Belang. BACA JUGA : BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan data potensi jenis burung pantai/burung laut di TN Taka…
Lanjut Baca
BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

Pewarta : Meity Pattipawaej | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Ambon - Balai KSDA Maluku melakukan pelepasliaran satwa liar dilindungi di dua lokasi yang berbeda, yaitu Suaka Alam (SA) Gunung Sahuwai-Taman Jaya, Desa Piru, Kec. Seram Barat, Kab. Seram Bagian Barat dan Suka Alam Sungai Nief, Desa Dawang, Kec. Teluk Waru, Kab. Seram Bagian Timur pada Selasa (6/04/21). BACA JUGA : FIA Unilak Teken PKS Perubahan Iklim, Menteri LHK: Rintisan Akan Terus MeluasSatwa yang dilepasliarkan di SA Gunung Sahuwai sebanyak 199 ekor, dengan rincian 146 ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus); 53 ekor Nuri Maluku (Eos bornea). Sedangkan satwa yg dilepaskan…
Lanjut Baca
Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung

Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung

Pewarta : Siti Roqayah | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com , Kayong Utara - Untuk mengetahui keberadaan Orangutan di lokasi Hutan Rawa Gambut yang termasuk ke dalam wilayah desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 17 Maret sampai dengan 24 Maret 2021, tim Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Palung beserta masyarakat melakukan monitoring populasi Orangutan di lokasi tersebut. Adapun metode yang digunakan adalah metode Line transect survey. Jumlah transek sebanyak 4 pada masing-masing transek dengan panjang transek 1 km dan lebar antar transek 200 m. Foto : Yayasan Palung BACA JUGA : FIA Unilak Teken PKS Perubahan…
Lanjut Baca
Hulu Sungai Musi Miliki Bahaya Erosi, Riset Tawarkan Solusi

Hulu Sungai Musi Miliki Bahaya Erosi, Riset Tawarkan Solusi

Pewarta : Indah Rahmawati | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Sebagian wilayah hulu Sungai Musi tepatnya pada Sub DAS Perapau di Sumatera Selatan terindikasi memiliki tingkat bahaya erosi (TBE) sangat berat. Untuk solusinya, Kunarso dan Syabana, dari hasil risetnya menawarkan rekomendasi arahan konservasi tanah secara vegetatif dan mekanis, sebagaimana dirilis dalam Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018.  Tindakan konservasi secara vegetatif dengan skenario penghutanan kembali dan agroforestri (skenario 1) mampu menurunkan luas area kelas TBE sangat berat sebesar 42,6%, sedangkan skenario kedua yaitu penerapan konservasi tanah dengan pembuatan teras mampu menurunkan luas kelas TBE sangat berat sebesar…
Lanjut Baca
Dirawat Sejak Anakan, Elang Ular Bido Hasil Evakuasi BBKSDA Sumut Tidak Bisa Terbang

Dirawat Sejak Anakan, Elang Ular Bido Hasil Evakuasi BBKSDA Sumut Tidak Bisa Terbang

Pewarta : M Iqbal Ali Nasution | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Bermula pada April 2020, Daniel Bangun menemukan satu ekor anakan burung yang tidak diketahui jenisnya di tempat kerja yang bersangkutan di Provinsi Riau. Kemudian burung tersebut dibawa pulang ke Langkat Sumatera Utara dan dipelihara di rumahnya. BACA JUGA : Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim Hari berganti hari, setelah kurang lebih 1 tahun dan sudah mulai tumbuh bulu-bulu pada burung, Daniel mencari informasi jenis burung apa yang telah ditemukannya. Ternyata burung yang ditemukan dan dipeliharanya adalah burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela). BACA JUGA : BBKSDA Jawa…
Lanjut Baca
BBKSDA Jawa Timur Terima Translokasi 7 Ekor Lutung Budeng

BBKSDA Jawa Timur Terima Translokasi 7 Ekor Lutung Budeng

Pewarta : Hari Purnomo | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com, Malang - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Resort Konservasi Wilayah (RKW) 22 Malang menerima translokasi 7 ekor Lutung budeng (Trachypithecus auratus) dari BBKSDA Jawa Barat. Lutung budeng yang diterima terdiri dari 3 ekor berjenis kelamin jantan dan 4 ekor berjenis kelamin betina. Satwa-satwa tersebut sebelumnya merupakan satwa hasil penyerahan dan hasil penyitaan yang sudah Inkrah proses hukumnya dari wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. BACA JUGA : Menteri LHK Tanam Mangrove di Dumai, PEN Mangrove 2021 di Riau Dimulai Lutung budeng yang ditranslokasikan telah melalui serangkaian proses pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan…
Lanjut Baca
Anis Gunung, Penyambut Pendaki di Puncak Ciremai

Anis Gunung, Penyambut Pendaki di Puncak Ciremai

Pewarta : Taufikurohman | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki berbagai keanekaragaman hayati. Salah satunya adalah berbagai jenis burung yang tersebar dari batas kawasan sampai dengan puncak gunungnya. Jenis burung yang dapat sobat Ciremai jumpai pada saat mendaki ke puncak Ciremai adalah anis gunung (Turdus poliocephalus). Burung ini akan menyambut para pendaki dari ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut sampai puncak Ciremai. BACA JUGA : Namdur, Arsitek Bersayap Dari Papua Habitat burung Anis Gunung (Turdus poliocephalus) yang masih bisa di jumpai di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Foto : KUNINGANPOS.com/TNGC Interaksinya dengan pengunjung…
Lanjut Baca
Menguak Arus Laut Timur Indonesia

Menguak Arus Laut Timur Indonesia

Pewarta : Kristantyo Wisnubroto | Editor : Heri Taufik Ekspedisi Indonesia Timur bertujuan untuk mitigasi fenomena cuaca ekstrem dan perubahan iklim.Ekspedisi Indonesia Timur 2021 AKSIIKLIM.com - Arus laut Nusantara kembali menjadi objek penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menyusuri perairan di timur Indonesia, tahun ini, Ekspedisi Indonesia Timur 2021 kembali dilakukan selama 72 hari dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII. Baruna Jaya VIII adalah kapal penelitian multiguna yang dibuat pada 1998 di Norwegia dengan ukuran yang panjang sekitar 53,2 meter. Rute ekspedisi yang dilakukan terbagi menjadi tiga Leg, yaitu ekspedisi Leg I dimulai pada 7--27 Januari 2021 (20 hari…
Lanjut Baca
Si Busok, Kucing Leopard dari Madura

Si Busok, Kucing Leopard dari Madura

Pewarta : Anton Setiawan | Editor : Nurul Ikhsan Kucing busok merupakan satwa endemik yang hanya ada di Madura khususnya di Pulau Raas, sebuah pulau seluas 39 kilometer persegi yang dapat ditempuh selama enam jam perjalanan laut dari Sumenep. AKSIIKLIM.com - Raas adalah nama sebuah pulau karang yang berada di sebelah timur Pulau Madura, Jawa Timur. Masuk dalam wilayah Kabupaten Sumenep, pulau seluas 39 kilometer persegi tersebut adalah pusat administratif Kecamatan Raas yang terdiri dari sembilan desa serta pulau-pulau kecil di sebelah utara dan timurnya. Pulau karang ini diapit oleh Tonduk serta Sapudi, pulau lumbung sapi dan domba di Madura.…
Lanjut Baca