Kampus IPB University di Dramaga Dikunjungi Burung-Burung Bermigrasi

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq

AKSIIKLIM.com – Hasil monitoring Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB University menunjukkan bahwa ada beberapa lokasi yang telah dikunjungi oleh burung yang sedang bermigrasi.

Arboretum Bambu dan Hutan Tropika, Biofarmaka dan Hutan Al-Hurriyah merupakan lokasi yang dikunjungi oleh para satwa migran tersebut. Satwa yang dimaksud antara lain Kangkok Erasia (Cuculus canorus), Kowak Melayu (Gorsachius melanolophus), Sikatan Sisi-Gelap (Muscicapa sibirica), Sikatan Emas (Ficedula zanthopygia), Elang-Laut Perut-Putih (Haliaeetus leucogaster), dan Jalak Tunggir-Merah (Scissirostrum dubium).

BACA JUGA : Setelah 172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan

Jenis burung yang singgah di Kampus Dramaga tentunya sangat menarik perhatian para konservasionis UKF IPB University. Pasalnya, jenis burung yang ditemukan ini ternyata memiliki tempat berbiak dan tempat perjumpaannya masing-masing, antara lain Kangkok Erasia (Cuculus canorus), berbiak di Erasia; Kowak Melayu (Gorsachius melanolophus) berbiak di India, Cina Selatan, Asia tenggara dan Filipina; Sikatan Sisi-Gelap (Muscicapa sibirica) berbiak di Asia Timur Laut dan Himalaya; Sikatan Emas berbiak di Asia Timur, Laut Elang-Laut Perut-Putih (Haliaeetus leucogaster). Burung pemangsa berukuran besar yang sekadar mampir ini umum dijumpai di daerah pantai, danau besar, serta sungai dekat pantai. Ada juga Burung Jalak Tunggir-Merah (Scissirostrum dubium) sebagai burung hasil introduksi yang merupakan satwa endemik Sulawesi.

BACA JUGA : IPB University Raih Penghargaan Bidang Penanggulangan Bencana dan Penanganan COVID-19 Kategori Perguruan Tinggi dari BNPB

Burung-burung tersebut bermigrasi pada musim dingin dari belahan bumi utara. Seperti Himalaya, Jepang, Cina, dan India menuju dataran yang lebih hangat seperti wilayah Asia Tenggara dan Australia. Periode yang dipilih oleh mereka untuk bermigrasi yaitu pada bulan September sampai Maret.

Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) status konservasi dari satwa-satwa tersebut adalah LC (Least Concern),” ujar salah satu mahasiswa dari UKF. UKF merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di IPB University yang bergerak di bidang konservasi.

BACA JUGA : PKSPL IPB University Inisiasi Penguatan Kelembagaan Ekosistem Pesisir Di Raja Ampat Papua Barat

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh UKF adalah monitoring satwa di Kampus IPB Dramaga. Kegiatan ini telah dimulai sejak bulan Februari 2021 yang bertujuan mengumpulkan data-data satwa yang berada di Kampus Dramaga. (**/Zul)

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya