Burung

Kelahiran Elang Jawa Prawara TN Halimun Salak, Sang Penerus Penguasa Tahta Langit

Kelahiran Elang Jawa Prawara TN Halimun Salak, Sang Penerus Penguasa Tahta Langit

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Pada awal April 2021, telah lahir Sang Penerus Penguasa Tahta Langit, yaitu seekor anak elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sukabumi. Garuda Kecil/Muda yang baru lahir itu diberi nama “PRAWARA” yang dalam bahasa Sansekerta berarti paling terkemuka. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Wardi Septiana menjelaskan, kelahiran ini memang secara khusus dan rutin dipantau oleh tim monitoring Elang Jawa Balai TNGHS sejak bulan Desember 2020. Setiap aktivitas dari pasangan Elang Jawa ini direkam, dari mulai penataan sarang, pengeraman telur, dan…
Lanjut Baca
Taman Nasional Taka Bonerate Lakukan Inventarisasi Burung Pantai

Taman Nasional Taka Bonerate Lakukan Inventarisasi Burung Pantai

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Benteng - Balai Taman Nasional Taka Bonerate telah melakukan kegiatan Inventarisasi Burung Pantai/Burung Laut di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 s.d 12 April 2021. Kegiatan inventarisasi dalam wilayah SPTN Wilayah I Tarupa ini dilakukan di beberapa lokasi yaitu Latondu Kecil, Latondu Besar, Bunging Tinabo, Tinabo Kecil, Tinabo Besar, Tinanja, Tarupa Kecil, dan Pulau Belang-Belang. BACA JUGA : BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyediakan data potensi jenis burung pantai/burung laut di TN Taka…
Lanjut Baca
BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

Pewarta : Meity Pattipawaej | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Ambon - Balai KSDA Maluku melakukan pelepasliaran satwa liar dilindungi di dua lokasi yang berbeda, yaitu Suaka Alam (SA) Gunung Sahuwai-Taman Jaya, Desa Piru, Kec. Seram Barat, Kab. Seram Bagian Barat dan Suka Alam Sungai Nief, Desa Dawang, Kec. Teluk Waru, Kab. Seram Bagian Timur pada Selasa (6/04/21). BACA JUGA : FIA Unilak Teken PKS Perubahan Iklim, Menteri LHK: Rintisan Akan Terus MeluasSatwa yang dilepasliarkan di SA Gunung Sahuwai sebanyak 199 ekor, dengan rincian 146 ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus); 53 ekor Nuri Maluku (Eos bornea). Sedangkan satwa yg dilepaskan…
Lanjut Baca
Dirawat Sejak Anakan, Elang Ular Bido Hasil Evakuasi BBKSDA Sumut Tidak Bisa Terbang

Dirawat Sejak Anakan, Elang Ular Bido Hasil Evakuasi BBKSDA Sumut Tidak Bisa Terbang

Pewarta : M Iqbal Ali Nasution | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Bermula pada April 2020, Daniel Bangun menemukan satu ekor anakan burung yang tidak diketahui jenisnya di tempat kerja yang bersangkutan di Provinsi Riau. Kemudian burung tersebut dibawa pulang ke Langkat Sumatera Utara dan dipelihara di rumahnya. BACA JUGA : Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim Hari berganti hari, setelah kurang lebih 1 tahun dan sudah mulai tumbuh bulu-bulu pada burung, Daniel mencari informasi jenis burung apa yang telah ditemukannya. Ternyata burung yang ditemukan dan dipeliharanya adalah burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela). BACA JUGA : BBKSDA Jawa…
Lanjut Baca
Namdur, Arsitek Bersayap dari Papua

Namdur, Arsitek Bersayap dari Papua

Pewarta : Anton Setiawan | Editor : Nurul Ikhsan Burung namdur jantan akan membangun sarangnya di atas tanah dengan bentuk seunik mungkin, dilengkapi semacam teras yang dihiasi aneka benda agar mampu memikat hati namdur betina pada saat musim kawin tiba. AKSIIKLIM.com - Burung menjadi salah satu satwa paling menarik bagi masyarakat karena selain indah, tak sedikit di antaranya memiliki sifat kharismatik dan menjadi petunjuk penting yang berhubungan dengan upaya konservasi. Sejak lama burung telah memberikan ide bagi banyak pihak untuk dijadikan motif pada pakaian, karya seni, bahan pemanis topi. Atau dipelihara dalam sangkar sebagai koleksi atau sekadar hobi. Burung pun…
Lanjut Baca
KLHK dan Polisi Sita Ratusan Satwa Burung Dilindungi di Bakauheni Lampung, Pelaku Ditahan

KLHK dan Polisi Sita Ratusan Satwa Burung Dilindungi di Bakauheni Lampung, Pelaku Ditahan

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Seksi Konservasi Wilayah III Lampung berhasil mengidentifikasi, dari total 272 ekor burung yang diselundupkan, sebanyak 135 ekor merupakan satwa burung yang dilindungi. AKSIIKLIM.com, Lampung - Balai Pengembangan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK), wilayah Sumatera menyita 135 ekor burung dilindungi dan bus pengangkutnya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (26/3/2021). Penyidik BPPLHK memeriksa AA (28), JS (33) awak bus dan DB (37), dan kemudian menetapkan DB (37) supir bus sebagai tersangka. Saat ini DB ditahan di Rutan Polda Lampung. Kepala BPPLHK Wilayah Sumatera, Eduward…
Lanjut Baca
Balai KSDA Maluku Lepasliarkan 12 Ekor Burung Junai Emas Kembali ke Habitatnya

Balai KSDA Maluku Lepasliarkan 12 Ekor Burung Junai Emas Kembali ke Habitatnya

Pewarta : Abas Hurasan | Editor : Nurul Ikhsan Aksiiklim.com, Maluku - Tim Patroli Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Halmahera Barat pada Balai KSDA Maluku melakukan pelepasliaran satwa liar yang dilindungi undang-undang berupa Burung Junai Emas (Caloenas nicobarica) sebanyak 12 ekor, Minggu (28/2/21). Pelepasliaran 12 Burung Junai Emas dilakukan di lokasi hutan kawasan pesisir Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan. Burung Junai Emas termasuk habitat yang sudah langka. Populasinya terus berkurang dikarenakan perburuan liar oleh masyarakat. Satwa burung yang dilepasliarkan tersebut merupakan hasil pengamanan petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1 Ternate pada bulan Januari lalu. Sebelumnya, 12…
Lanjut Baca
Kampus IPB University di Dramaga Dikunjungi Burung-Burung Bermigrasi

Kampus IPB University di Dramaga Dikunjungi Burung-Burung Bermigrasi

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq AKSIIKLIM.com - Hasil monitoring Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB University menunjukkan bahwa ada beberapa lokasi yang telah dikunjungi oleh burung yang sedang bermigrasi. Arboretum Bambu dan Hutan Tropika, Biofarmaka dan Hutan Al-Hurriyah merupakan lokasi yang dikunjungi oleh para satwa migran tersebut. Satwa yang dimaksud antara lain Kangkok Erasia (Cuculus canorus), Kowak Melayu (Gorsachius melanolophus), Sikatan Sisi-Gelap (Muscicapa sibirica), Sikatan Emas (Ficedula zanthopygia), Elang-Laut Perut-Putih (Haliaeetus leucogaster), dan Jalak Tunggir-Merah (Scissirostrum dubium). BACA JUGA : Setelah 172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Jenis burung yang singgah di Kampus Dramaga tentunya…
Lanjut Baca
Setelah 172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan

Setelah 172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq AKASIIKLIM.com – Satwa endemik berupa Burung Pelanduk Kalimantan (Malacocincla perspicillata) yang diduga mengalami kepunahan sejak tahun 1848 atau 172 tahun yang lalu, kembali ditemukan. Burung ini kembali dijumpai di Pulau Kalimantan tepatnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Wiratno pada saat Media Briefing melalui telekonferensi (02/03/2021) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para citizen science yaitu masyarakat yang bukan peneliti namun sukarela mengumpulkan dan menganalisa data ilmiah. Wiratno menyebutkan bahwa satwa liar akan sejahtera sepenuhnya apabila hidup di alam…
Lanjut Baca
Pelepasliaran Elang Brontok di Site Monitoring Situgunung-Cimungkad

Pelepasliaran Elang Brontok di Site Monitoring Situgunung-Cimungkad

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq AKASIIKLIM.com, Cibodas - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bersama Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) melaksanakan kegiatan pelepasliaran Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) ke habitat alaminya di kawasan TNGGP (Resort PTN Situgunung) yang merupakan lokasi wisata. Pelepasliaran ini dapat dijadikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli lagi terhadap satwa liar. Jenis Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) yang akan dilepasliarkan sebanyak 2 (dua) individu bernama “Febi” dan “Jack” merupakan hasil dari rehabilitasi di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) BTNGHS. Elang Brontok “Febi” direhabilitasi selama 1 (satu) tahun 2 (dua) bulan dan di kandang karantina…
Lanjut Baca