Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik

AKSIIKLIM.com, Jember – Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung pelestarian kawasan hutan. Dampak dari kerusakan hutan yang terjadi dapat menimbulkan ancaman terjadinya bencana berupa banjir, longsor, dan kekeringan saat musim kemarau.

Langkah penanggulangan kawasan yang terdegradasi tersebut Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri telah melakukan upaya kegiatan Pemulihan Ekosistem berbasis masyarakat melalui kemitraan konservasi seluas 1.000 hektar.

BACA JUGA : Kelahiran Elang Jawa Prawara TN Halimun Salak, Sang Penerus Penguasa Tahta Langit

Selain itu TN Meru Betiri juga melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang dilakukan pada 10 (sepuluh) Desa Penyangga TN Meru Betiri dalam rangka menekan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan hutan.

Dalam menekan laju kerusakan hutan tersebut diperlukan upaya membangun kesadaran kolektif sebagai basis aksi bersama dengan menyeimbangkan kepentingan ekologi, ekonomi, sosial dan budaya.

BACA JUGA : Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung

Diinisiasi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jember yang berkolaborasi dengan para generasi muda jember dalam wadah Wadah Informasi Pecinta Alam se-eks karisidenan Besuki (WIPAB), pada Minggu (11/4/2021) bertempat di Blok Dam Sanenrejo, TN Meru Betiri melaksanakan kegiatan Sambung Srawung pantang mundur sakdurung nandur-Aksi Kolektif menuju Kesadaran Kolektif.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun komitmen bersama antara para unsur masyarakat dengan unsur pemerintah untuk bersinergis mengurangi kerusakan kawasan hutan sekaligus dalam rangkaian acara Road to HKAN 2021.

BACA JUGA : BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokasi

Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 300 peserta, dan dihadiri langsung oleh Bupati Jember H. Hendy Siswanto, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto, Komandan Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha Letkol Inf Syafrinaldi, Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, Rektor Universitas Jember  Iwan Taruna, Plt Kepala BPBD Jember M Jamil, Administratur KPH Jember Rukman Supriyatna, Plt Kepala DLH Jember Eko Heru Sunarso, Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember dr. Wiwik Supartiwi, Cabang Dinas Kehutanan Didik Triswantara, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Jember Imam Sudarmaji, Muspika Tempurejo, Kepala Desa Sanenrejo, serta Kelompok Pecinta Alam Jember, PMI Jember, Komunitas Otomotif Jember, Kelompok Masyarakat Binaan TN Meru Betiri dan Masyarakat Desa Sanenrejo-Andongrejo-Curahnongko.

Protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat dengan melakukan screening kesehatan kepada setiap peserta oleh tim Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Hendy Siswanto, Bupati Jember dalam sambutannya mengatakan, menurutnya masih belum ada kesadaran pentingnya kelestarian lingkungan, jangan dicuri kayunya. Bersama-sama dan bergotong royong wajib kita jaga lingkungan ini.

“Dengan menanam pohon kita sudah ikut bersedekah karena 1 pohon dapat menghasilkan oksigen untuk 3 orang. Sambung srawung antar instansi akan menjadi kekuatan yang hebat untuk menjaga lingkungan dan membangun Kabupaten Jember,” tutur Bupati Hendy

Kepala Balai TN Meru Betiri, Maman Surahman dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud pengejewantahan nawacita Presiden Joko Widodo, dimana salah satunya Negara hadir ditengah masyarakat, maka semua unsur pimpinan Kabupaten Jember bersatu bersama menata dan memperbaiki lingkungan.

“Kawasan TN Meru Betiri yang memiliki luas 52.626,04 hektar merupakan wilayah hulu sekaligus sebagai sistem penyangga kehidupan di wilayah hilir, sehingga ancaman bencana banjir dan longsor dapat diatasi bersama. Demikian halnya dengan aksi sosial yang kita lakukan, harapannya dari aksi ini lingkungan bisa terjaga kelestariannya dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat,” tutur Maman.

Selain penanaman secara simbolis sebanyak 50 batang pohon Beringin, beberapa aksi bakti sosial dalam rangkaian kegiatan ini antara lain : Pelepasan bibit ikan ke Sungai Damrejo sebanyak 1.000 ekor, Khitanan massal sebanyak 29 anak yang telah dilaksanakan tanggal 8 April 2021, Pemberian santunan kepada masyarakat, Donor darah dan pengecekan kesehatan, Pameran produk hasil kreatifitas kelompok masyarakat binaan TN Meru Betiri.

Bupati Jember juga sangat mengapresiasi upaya TN Meru Betiri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan melalui program alih profesi, alih lokasi, alih komoditi sehingga mengurangi ketergantungan terhadap kawasan hutan.

“Kabupaten Jember akan mewadahi dan membantu UMKM kelompok masyarakat binaan TN Meru Betiri ini dalam bentuk bentuk promosi serta pemasarannya, kita akan menyiapkan lokasi bagi seluruh UMKM secara gratis,” pungkas Hendy.

By Nurul Ikhsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya