Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung

Pewarta : Siti Roqayah | Editor : Heri Taufik

AKSIIKLIM.com , Kayong Utara Untuk mengetahui keberadaan Orangutan di lokasi Hutan Rawa Gambut yang termasuk ke dalam wilayah desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 17 Maret sampai dengan 24 Maret 2021, tim Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Palung beserta masyarakat melakukan monitoring populasi Orangutan di lokasi tersebut.

Adapun metode yang digunakan adalah metode Line transect survey. Jumlah transek sebanyak 4 pada masing-masing transek dengan panjang transek 1 km dan lebar antar transek 200 m.

Foto : Yayasan Palung

BACA JUGA : FIA Unilak Teken PKS Perubahan Iklim, Menteri LHK: Rintisan Akan Terus Meluas

Pencarian sarang dilakukan dengan berjalan menelusuri transek yang di mulai pada titik awal dan mengikuti arah jalur transek. Setiap penemuan sarang orangutan di catat kedalam Thally sheet dan diberi tanda (tagging) pada bagian pohon yang dijadikan sarang bagi orangutan agar tidak terjadi pengulangan pengambilan data. Pengambilan data primer perilaku bersarang Orangutan berupa data jumlah sarang, karakteristik sarang, tinggi sarang, tinggi pohon, jenis pohon dan diameter, batang pohon sarang yang ada di lokasi tersebut.

Peta Taman Nasional Gunung Palung. Foto dok. Wisata Indonesia di Dunia.

Hasil monitoring Orangutan kali ini didapatkan bahwa jumlah sarang pada keempat transek sebanyak 69 sarang, didominasi  Kelas Sarang C, yaitu sarang dengan kondisi semua daunnya sudah coklat sebanyak 27 sarang, diikuti kelas D yaitu alas sarangnya sudah berlubang dan bentuknya kurang utuh. Sedangkan kepadatan populasi Orangutan adalah 1,839  ekor/km².

Sebagai informasi, kawasan Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa), yang didominasi oleh hutan dataran rendah merupakan habitat yang penting untuk sub populasi Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii). Salah satu habitat di Kawasan Tanagupa yang sering ditemukan keberadaan populasi Orangutan yaitu hutan rawa gambut.

Orangutan merupakan satwa semi soliter yang cenderung hidup sendiri dan memiliki pergerakan yang lambat dalam rimbunan pohon-pohon di hutan. Bersarang merupakan aktivitas yang penting bagi kehidupan orangutan karena sarang mempunyai fungsi tertentu untuk menunjang aktivitas harian orangutan. ***

Pewarta : Siti Roqayah, S.Si – PEH Ahli Pertama Balai Taman Nasional Gunung Palung

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya