Balai Besar KSDA Sumatera Utara Menerima 2 Orangutan Dari BKSDA Jawa Tengah

Pewarta : Evansus Renandi Manalu | Editor : Nurul Ikhsan

AKSIIKLIM.com, Medan – Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima sepasang Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Asto (jantan) dan Asih (betina) dari Balai KSDA Jawa Tengah.

Kedua orangutan yang masih belia diperkirakan berumur antara 2-5 tahun, diterbangkan dari bandara Ahmad Yani Semarang dan mendarat di bandara Kuala Namu Internasional, Deli Serdang, Sabtu 10 April 2021.

BACA JUGA : Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur

Keterangan yang disampaikan Kepala Balai KSDA Jawa Tengah Darmanto, ia mengatakan, kedua orangutan yang dilindungi tersebut merupakan penyerahan masyarakat di Bandungan, Kabupaten Semarang kepada Petugas Balai KSDA Jawa Tengah pada tanggal 6 April 2021, dan sempat dititiprawatkan sementara di Lembaga Konservasi Taman Satwa Agrowisata, Sidomuncul di Bergas, Semarang.

Sepasang Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Asto (jantan) dan Asih (betina). Foto : AKSIIKLIM.com/BKSDA Sumatera Utara

Kemudian Balai KSDA Jawa Tengah bekerjasama dengan tim dokter hewan dari Centre for Orangutan Protection (COP) melaksanakan pemeriksaan morfologi (umur, nafas, jantung, gigi, ukuran lengan, ukuran kaki, dll) yang berkaitan dengan kesehatan secara umum, disimpulkan bahwa satwa tersebut sehat secara fisik dan memiliki potensi untuk dilepasliarkan ke alam.

BACA JUGA : BKSDA Maluku Lepasliarkan 199 Ekor Satwa di Dua Lokas

Sementara untuk memastikan kondisi kesehatan satwa secara menyeluruh, juga dilakukan pemeriksaan parameter darah melalui pemeriksaan/uji laboratorium sampel darah di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.

Sebelum diterbangkan ke Sumatera Utara, Balai KSDA Jawa Tengah bersama tim dokter hewan COP dan petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan melalui pengujian Elisa Rabies dan hasilnya negatif. Selain itu tim dokter juga melakukan pemeriksaan skrining Covid-19 menggunakan uji rapid test antibodi, hasilnya pun negatif.

BACA JUGA : Menelusuri Sarang Orangutan di Taman Nasional Gunung Palung

Proses pengiriman orangutan dari Semarang ke Sumatera Utara telah mengacu kepada Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor : SE.4/KSDAE/KKH/KSA/4/2020 tanggal 9 April 2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan Covid 19 Pada Manusia dan Satwa Liar, dan telah memperhatikan kesehatan manusia maupun kesejahteraan satwa dalam rangka One Health serta Animal Walfare.

Setibanya di Bandara Kuala Namu, pada pukul 17.30 WIB, kedua orangutan kemudian dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Primata Lainnya yang dikelola oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lesatari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara, di Bukit Mas, Besitang, Kabupaten Langkat untuk menjalani proses karantina dan rehabilitasi, sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. ***

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya