Nurul Ikhsan

13 Posts
Ekstraksi Ekonomi Biru Mendorong Perampasan Ruang Laut

Ekstraksi Ekonomi Biru Mendorong Perampasan Ruang Laut

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com - Kelompok Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Indonesia Focal Point for Corporate Accountability (Koalisi IFP) mengingatkan bahwa agenda tata Kelola Ekonomi Biru Global yang saat ini dibahas dalam Konferensi Laut Global PBB akan semakin mendorong perampasan ruang laut dan mengancam keberlanjutan hidup masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan masyarakat adat. Hal ini karena, penyusunan tata Kelola laut dunia tersebut didominasi oleh intervensi kepentingan korporasi multinasional yang hendak memonopoli dalam rangka ekstraksi sumber daya laut seluas-luasnya. Komersialisasi oleh korporasi transnasional ini juga mengindikasikan tidak adanya peran negara dalam pengawasan dan penindakan terhadap komersialisasi besar-besaran…
Lanjut Baca
Di Stockholm+50, Menteri LHK Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi Aksi Lingkungan

Di Stockholm+50, Menteri LHK Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi Aksi Lingkungan

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menghadiri rangkaian pertemuan internasional Stockholm+50, yang digelar di Stockholm Swedia, pada 2 dan 3 Juni 2022. Pada Plenary Session, Menteri Siti mengatakan telah banyak usaha yang dilakukan melalui kerjasama lingkungan internasional, termasuk di regional ASEAN, yang secara bertahap dilanjutkan. "Dalam semangat ini, Indonesia menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi semua negara dalam melakukan aksi lingkungan," kata Menteri Siti. BACA JUGA : Seekor Harimau Sumatera Dilepasliarkan di TN Kerinci Seblat Menteri Siti juga menyampaikan beberapa poin penting dalam upaya aksi lingkungan. Pertama, tindakan nyata…
Lanjut Baca
Akademisi dan Ilmuwan dalam Science 20 Didorong Berkontribusi untuk Pemulihan Ekonomi Lebih Hijau dan Berkelanjutan

Akademisi dan Ilmuwan dalam Science 20 Didorong Berkontribusi untuk Pemulihan Ekonomi Lebih Hijau dan Berkelanjutan

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com - Pembangunan ekonomi suatu negara akan berimplikasi langsung terhadap meningkatnya laju permintaan energi, sehingga sektor energi juga menjadi salah satu sektor kunci dalam pemulihan ekonomi. Ketahanan dan keandalan suplai energi akan semakin dibutuhkan, terutama pada 2045, di mana ekonomi Indonesia diharapkan memiliki produktivitas yang tinggi dan inovatif. Pemerataan akses energi yang terjangkau akan berdampak langsung pada fasilitas esensial, seperti pendidikan dan kesehatan, yang akan berujung pada penguatan ekonomi. Diproyeksikan permintaan energi final nasional pada 2050 dalam skenario Business as Usual (BaU) sebesar 548,8 Million Tonnes of Oil Equivalent (MTOE), skenario pembangunan berkelanjutan…
Lanjut Baca
Presidensi G20 Indonesia Dorong Tercapainya Pemulihan Ekonomi Global yang Berkelanjutan

Presidensi G20 Indonesia Dorong Tercapainya Pemulihan Ekonomi Global yang Berkelanjutan

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com - Upaya Presidensi G20 Indonesia dalam mendorong pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan menjadi salah satu hal yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuannya dengan Presiden COP26 UK Alok Sharma, di Jakarta, Rabu (16/02). Dalam pertemuan tersebut juga hadir Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dan UK COP26 Envoy John Murton. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian kedua pihak antara lain sinergi COP26 dengan G20 di mana Indonesia saat ini menjabat sebagai Presidensi, upaya dan langkah global menuju net zero emission,…
Lanjut Baca
KLHK Tegaskan Sawit Bukan Tanaman Hutan

KLHK Tegaskan Sawit Bukan Tanaman Hutan

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa sawit bukan tanaman hutan. Hal ini berdasarkan pada berbagai peraturan pemerintah, analisis historis dan kajian akademik berlapis. ''Dari berbagai peraturan, nilai historis, kajian akademik, wacana umum dan praktik, sawit jelas bukan termasuk tanaman hutan dan pemerintah belum ada rencana untuk merevisi berbagai peraturan tersebut,'' tegas Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari (Dirjen PHL) KLHK, Agus Justianto di Jakarta, Senin (7/2/2022). Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari (Dirjen PHL) KLHK, Agus Justianto. FOTO: AKSIIKLIM.com/KLHK BACA JUGA : Polda Sumsel dan Gakkum KLHK Tangkap Pelaku Pencurian Kayu…
Lanjut Baca
Polda Sumsel dan Gakkum KLHK Tangkap Pelaku Pencurian Kayu

Polda Sumsel dan Gakkum KLHK Tangkap Pelaku Pencurian Kayu

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Sumsel - Tim Gabungan Satgas Polda Sumsel dan Tim Gakkum KLHK berhasil menangkap 6 orang pelaku pembalakkan liar di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba, Provinsi Sumatera Selatan, pada (21/1). Tersangka yang diamankan berinisial DS (35), EM (27), MJ (45), MNG (47), RA (50), dan AM (20).Dari penangkapan tersebut, tim menyita 1.019 batang balok kayu Balok Kaleng, ribuan batang kayu yang masih berada di dalam parit atau sekitar 500 m3 kayu jenis kayu punak dan meranti batu, 2 (dua) buah perahu tanpa mesin, 1 (satu) unit gergaji mesin…
Lanjut Baca
Yayasan Sarana Wana Jaya Akan Gelar Webinar Nasional Mangrove

Yayasan Sarana Wana Jaya Akan Gelar Webinar Nasional Mangrove

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com - Yayasan Sarana Wana Jaya akan menggelar webinar nasional mengangkat isu-isu seputar usaha pelestarian lingkungan hidup di wilayah pesisir melalui penguatan kapasitas keberadaan hutan mangrove, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Yayasan Sarana Wana Jaya sejak berdiri tahun 1973 terus memprogramkan kajian, meluaskan kampanye dan melakukan aksi nyata untuk usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Mengawali tahun 2022, Yayasan Sarana Wana Jaya akan menggelar webinar nasional dengan mengangkat tema Rehabilitasi Mangrove untuk Penyelamatan Lingkungan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Kamis 20 Januari 2022, Pukul 10.00-13.00 WIB melalui Zoom Meeting. Webinar nanti menghadirkan narasumber antara lain,…
Lanjut Baca
Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur

Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri Jember Melalui Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufik AKSIIKLIM.com, Jember - Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung pelestarian kawasan hutan. Dampak dari kerusakan hutan yang terjadi dapat menimbulkan ancaman terjadinya bencana berupa banjir, longsor, dan kekeringan saat musim kemarau. Langkah penanggulangan kawasan yang terdegradasi tersebut Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri telah melakukan upaya kegiatan Pemulihan Ekosistem berbasis masyarakat melalui kemitraan konservasi seluas 1.000 hektar. BACA JUGA : Kelahiran Elang Jawa Prawara TN Halimun Salak, Sang Penerus Penguasa Tahta Langit Selain itu TN Meru Betiri juga melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang dilakukan pada 10 (sepuluh) Desa…
Lanjut Baca
Turunkan GRK, Pemerintah Perkuat Kebijakan Industri Energi Baru dan Terbarukan

Turunkan GRK, Pemerintah Perkuat Kebijakan Industri Energi Baru dan Terbarukan

Penulis : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufiq Aksiiklim.com - Pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai dukungan terhadap komitmen global dalam menjaga kenaikan temperatur global. Berbagai upaya dilakukan guna menurunkan emisi GRK tersebut melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi, dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih. Dalam Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 2010-2020, Indonesia menargetkan 29% penurunan emisi secara mandiri atau 41% penurunan emisi dengan dukungan internasional. Pembangunan industri nasional jangka panjang dilaksanakan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 yang ditetapkan dengan PP No. 14 tahun 2015…
Lanjut Baca
KKP Tindak Tegas Empat Kapal Cantrang di Selat Makassar

KKP Tindak Tegas Empat Kapal Cantrang di Selat Makassar

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufiq Aksiiklim.com - Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) menangkap empat unit kapal ikan cantrang yang melanggar ketentuan operasional di Selat Makassar. Keempat kapal yang diketahui pernah melakukan praktik penurunan bobot kapal (mark down) tersebut tak berkutik saat diamankan oleh awak kapal pengawas perikanan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP karena beroperasi di Jalur II yang menjadi lokasi penangkapan ikan nelayan dibawah 30 GT. Tindakan tegas terhadap keempat kapal tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Trenggono untuk menegakkan aturan main dalam rangka mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan. Dalam berbagai kesempatan Menteri…
Lanjut Baca