Industri

Hari Hutan, Frisian Flag Indonesia Berkomitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Hari Hutan, Frisian Flag Indonesia Berkomitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Pewarta : Irwan Adhi Husada | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Saat ini bumi tengah menghadapi tantangan lingkungan global yang mengkhawatirkan. Sumber daya energi yang menipis, perubahan iklim, emisi gas rumah kaca, hingga polusi plastik menjadi isu bersama, yang membutuhkan aksi penanggulangan nyata dari berbagai pihak. Di peringatan Hari Hutan Sedunia yang menjadi salah satu momen untuk kembali meningkatkan kepedulian pada lingkungan, Frisian Flag Indonesia (FFI) mempertegas komitmennya untuk terus menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk bumi yang lebih selaras. Tak bergerak sendiri, FFI juga mengajak keterlibatan masyarakat untuk #MelajuKuatBersama, untuk membangun masa depan yang lebih baik.…
Lanjut Baca
Turunkan GRK, Pemerintah Perkuat Kebijakan Industri Energi Baru dan Terbarukan

Turunkan GRK, Pemerintah Perkuat Kebijakan Industri Energi Baru dan Terbarukan

Penulis : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufiq Aksiiklim.com - Pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai dukungan terhadap komitmen global dalam menjaga kenaikan temperatur global. Berbagai upaya dilakukan guna menurunkan emisi GRK tersebut melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi, dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih. Dalam Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 2010-2020, Indonesia menargetkan 29% penurunan emisi secara mandiri atau 41% penurunan emisi dengan dukungan internasional. Pembangunan industri nasional jangka panjang dilaksanakan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 yang ditetapkan dengan PP No. 14 tahun 2015…
Lanjut Baca
Mengenal Proper, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Mengenal Proper, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com – Sejarah kelahiran Proper tidak dapat dilepaskan dari program kali bersih (Prokasih). Dari Prokasih, ditarik satu pelajaran penting, bahwa pendekatan pengelolaan lingkungan konvensional “command and control” ternyata tidak dapat mendorong peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan secara menyeluruh. Pada awal pelaksanaan Prokasih, sistem penegakan hukum lingkungan masihlemah, sistem peraturan belum memadai dan kapasitas serta jumlah pengawas lingkungan hidup juga masih terbatas. Tahun 1990-an, sulit mengharapkan industri patuh terhadap peraturan dan bersedia menginvestasikan uang untuk membangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Bahkan jika mereka sudah investasi, sulit untuk  mengharapkan IPAL tersebut dioperasikan secara benar. Bank Dunia (1990) menemukan terjadinya ketimpangan dalam pola pembuangan   beban pencemaran industri ke sungai. Sekitar 10% industri peserta Prokasih ternyata menghasilkan 50% dari total BOD yang dibuang oleh seluruh industri yang diawasi. Jika distribusi ini  ditarik lebih ke atas, ternyata 75% dari total BOD…
Lanjut Baca