Sungai

Peringati Hari Lingkungan Hidup, KLHK Libatkan Komunitas Bersihkan Sungai Ciliwung

Peringati Hari Lingkungan Hidup, KLHK Libatkan Komunitas Bersihkan Sungai Ciliwung

Pewarta : Irwan Adhi Husada | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com, Jakarta - Aksi bersih Sungai Ciliwung bersama komunitas dan relawan digelar di enam titik di Kota Depok yang mencakup Kecamatan Sukmajaya, Pancoran Mas, dan Beji, Sabtu (4/6/2022). Aksi yang melibatkan 36 komunitas pemerhati Sungai Ciliwung ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setiap tanggal 5 Juni setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli lingkungan terutama kepada kualitas air sungai yang lebih baik. BACA JUGA : Di Stockholm+50, Menteri LHK Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi Aksi Lingkungan "Jadi kami itu menggerakkan…
Lanjut Baca
Pemerintah Pusat Apresiasi Revisi Renaksi DAS Citarum

Pemerintah Pusat Apresiasi Revisi Renaksi DAS Citarum

Pewarta : Adam Gumelar| Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Pemerintah Pusat mengapresiasi Pemda Provinsi Jawa Barat – Satgas PPK DAS Citarum yang tetap berkomitmen menyelamatkan Sungai Citarum di tengah berbagai keterbatasan akibat pandemi COVID-19.  Alih-alih membekukan kegiatan karena pengalihan anggaran ke pos-pos penanganan COVID-19, Satgas merevisi rencana aksi sehingga komitmen pelestarian Citarum yang merupakan program prioritas nasional tetap berjalan, meski diakui jadi lebih lambat karena pandemi.  Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Kordinator Maritim dan Investasi Rofi Alhanif merasa puas karena Satgas telah menuntaskan revisi rencana aksi (renaksi) Citarum. Pergub 28/2019 tentang Rencana Aksi Pengendalilan Pencemaran dan Kerusakan…
Lanjut Baca
Hulu Sungai Musi Miliki Bahaya Erosi, Riset Tawarkan Solusi

Hulu Sungai Musi Miliki Bahaya Erosi, Riset Tawarkan Solusi

Pewarta : Indah Rahmawati | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Sebagian wilayah hulu Sungai Musi tepatnya pada Sub DAS Perapau di Sumatera Selatan terindikasi memiliki tingkat bahaya erosi (TBE) sangat berat. Untuk solusinya, Kunarso dan Syabana, dari hasil risetnya menawarkan rekomendasi arahan konservasi tanah secara vegetatif dan mekanis, sebagaimana dirilis dalam Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018.  Tindakan konservasi secara vegetatif dengan skenario penghutanan kembali dan agroforestri (skenario 1) mampu menurunkan luas area kelas TBE sangat berat sebesar 42,6%, sedangkan skenario kedua yaitu penerapan konservasi tanah dengan pembuatan teras mampu menurunkan luas kelas TBE sangat berat sebesar…
Lanjut Baca