Menteri KKP

Warga Kepulauan Aru Kuburkan Paus Terdampar dengan Ritual Adat

Warga Kepulauan Aru Kuburkan Paus Terdampar dengan Ritual Adat

Pewarta : Nurul Ikhsan | Editor : Heri Taufiq Mamalia laut dengan jenis Paus Sperma (Physester macrocephalus) mati terdampar di pantai. Sebelumnya warga secara gotong royong telah berusaha menyelamatkan paus tersebut untuk kembali ke laut namun paus terus kembali ke pantai.Kepala Balai Kawasan Konservasi Nasional (BKKPN) Kupang, Imam Fauzi AKSIIKLIM.com, Jakarta – Warga Kepulauan Aru, Provinsi Maluku belum lama ini melakukan ritual adat untuk menguburkan mamalia terdampar dari jenis Paus Sperma (Physester macrocephalus) yang ditemukan terdampar di Desa Hokmar, Kec. Aru tengah Utara, Kab. Kepulauan Aru pada 5/3 lalu. Ritual dipimpin oleh seorang tetua adat yang membacakan doa lalu semua…
Lanjut Baca
Gandeng Pakar, KKP Dalami Penyebab Mamalia Laut Terdampar Massal di Indonesia

Gandeng Pakar, KKP Dalami Penyebab Mamalia Laut Terdampar Massal di Indonesia

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) tengah mendalami penyebab mamalia laut terdampar massal di Indonesia, khususnya pada kejadian paus pilot terdampar massal di Madura. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk memastikan kelestarian biota laut dan keberlanjutan populasinya untuk kesejahteraan bangsa dan generasi yang akan datang. Pasalnya, mamalia laut merupakan biota laut yang terancam punah dan statusnya telah dilindungi penuh secara…
Lanjut Baca
Kelola CITES Menteri Trenggono Teken Aturan Perlindungan Pisces

Kelola CITES Menteri Trenggono Teken Aturan Perlindungan Pisces

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Nurul Ikhsan Aksiiklim.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perlindungan Jenis Ikan yang menetapkan 20 jenis ikan bersirip (pisces) sebagai jenis yang dilindungi. Kepmen KP tersebut ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono pada tanggal 4 Januari 2021. Dalam keterangannya di Jakarta, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut TB Haeru Rahayu menjelaskan penetapan status perlindungan 20 jenis ikan bertujuan untuk menjaga dan menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan jenis ikan dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragaman sumber…
Lanjut Baca