Riset

Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim

Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim

Pewarta : Rizky Suhartono | Editor : Nurul Ikhsan AKSIIKLIM.com - Perubahan iklim memberikan pengaruh berbeda kepada laki-laki dan perempuan serta kehilangan kekayaan biodiversitas, khususnya kehilangan akses atas sumber daya alam milik bersama (common property). Untuk memperkuat strategi penguatan isu gender dalam pengendalian perubahan iklim dan konservasi lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyelenggarakan Diskusi Pojok Iklim secara virtual pada Rabu, (7/4) dengan mengangkat topik “Gender, Konservasi Lingkungan dan Perubahan Iklim”. BACA JUGA : Menteri LHK Tanam Mangrove di Dumai, PEN Mangrove 2021 di Riau DimulaiPada diskusi pojok iklim kali ini, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan…
Lanjut Baca
Pelayaran Riset Ekspedisi Indonesia Timur 2021, Menguak Arus Lintas Indonesia

Pelayaran Riset Ekspedisi Indonesia Timur 2021, Menguak Arus Lintas Indonesia

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Nurul Ikhsan “Ekspedisi ini ditujukan untuk mengetahui sifat-sifat oseanografi fisika dari arus laut lintas Indonesia atau disebut juga dengan Indonesia Throughflow, percampuran air, dan kenaikan permukaan air laut."Laksana Tri Handoko | Kepala LIPI AKSIIKLIM.com, Jakarta - Wilayah laut Indonesia mencakup hampir 70% luas wilayah Nusantara. Di dalamnya terdapat Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang menjadi kanal penghubung perairan Indonesia Pasifik dan Samudra Hindia. Arlindo berperan penting dalam mengangkut panas global dan memengaruhi iklim dunia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseaonografi melakukan pelayaran riset Ekspedisi Indonesia Timur 2021 untuk menguak karakter Airlindo…
Lanjut Baca
Hasil Riset, Desa Tangguh Mampu Perkuat Mitigasi Bencana Karhutla

Hasil Riset, Desa Tangguh Mampu Perkuat Mitigasi Bencana Karhutla

Pewarta : Alhusna Padmawijaya | Editor : Heri Taufiq Aksiiklim.com - Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia seolah-olah telah menjadi agenda tahunan di musim kemarau. Desa-desa di dalam dan sekitar hutan, serta masyarakat yang bermukim di sana, menjadi pihak terdekat dan pertama kali merasakan dampaknya. Bagaimana kesiapan mereka?  Sebagai unit pemerintahan terkecil yang berada paling dekat dengan lokasi karhutla, peran desa menjadi sangat strategis. Desa yang tangguh bencana karhutla, karena mampu mengenali ancaman serta mengorganisir SDM untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana, akan berkontribusi besar dalam mengurangi eskalasi bencana dan dampak karhutla di tingkat…
Lanjut Baca
Gandeng Pakar, KKP Dalami Penyebab Mamalia Laut Terdampar Massal di Indonesia

Gandeng Pakar, KKP Dalami Penyebab Mamalia Laut Terdampar Massal di Indonesia

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) tengah mendalami penyebab mamalia laut terdampar massal di Indonesia, khususnya pada kejadian paus pilot terdampar massal di Madura. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk memastikan kelestarian biota laut dan keberlanjutan populasinya untuk kesejahteraan bangsa dan generasi yang akan datang. Pasalnya, mamalia laut merupakan biota laut yang terancam punah dan statusnya telah dilindungi penuh secara…
Lanjut Baca
LIPI Fokuskan Tiga Aspek pada Riset Kebencanaan

LIPI Fokuskan Tiga Aspek pada Riset Kebencanaan

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq AKASIIKLIM.com, Jakarta – Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang memiliki banyak potensi bencana. Sejak awal bulan Januari yaitu tanggal 1 hingga 26, tercatat sebanyak 221 bencana telah terjadi di Indonesia. “Mengingat tingginya ancaman bencana di Indonesia maka LIPI tergerak untuk melakukan penelitian terkait bencana pada spektrum yang luas. LIPI fokus melakukan penelitian pada tiga aspek yaitu mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan pasca bencana,” ungkap Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Kamis (4/3). Handoko menyampaikan bahwa riset yang fundamental sangat penting karena menjadi dasar landasan…
Lanjut Baca
Prof Dr Niken Ulupi Bicara Sudut Pandang Ilmiah Haramnya Telur dari Binatang Haram

Prof Dr Niken Ulupi Bicara Sudut Pandang Ilmiah Haramnya Telur dari Binatang Haram

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Heri Taufiq AKASIIKLIM.com – Telur yang dihasilkan oleh binatang halal sudah jelas dan disepakati bahwa telur tersebut juga halal untuk dikonsumsi. Lalu bagaimana hukumnya telur yang dihasilkan oleh binatang yang haram dikonsumsi seperti ular, buaya, penyu, katak dan lainnya? Memang ada sebagian orang yang berpendapat bahwa telur dari hewan haram hukumnya suci. Tetapi Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa telur yang berasal dari binatang yang tidak halal, haram untuk dikonsumsi. BACA JUGA : Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University Prof Dr Niken Ulupi, Guru Besar IPB University dari…
Lanjut Baca
Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University

Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University

Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor, Ini Kata Dosen IPB University AKASIIKLIM.com – Sebagai upaya mitigasi bencana terutama bencana longsor, muncul wacana menanam vetiver atau akar wangi di daerah rawan longsor. Namun upaya mitigasi tersebut harus direncanakan secara transdisiplin dan terintegrasi.Menurut Guru Besar IPB University di bidang Ekologi dan Manajemen Lanskap, Prof Dr Hadi Susilo Arifin, ada banyak tumbuhan yang bisa diusung sebagai tanaman pencegah erosi. Salah satunya adalah tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) yang dikenal dengan nama populernya sebagai vetiver. BACA JUGA : Prof Dr Niken Ulupi Bicara Sudut Pandang Ilmiah Haramnya Telur dari Binatang Haram Vetiver adalah tanaman yang memiliki…
Lanjut Baca
Tanin Mahoni, Potensial Gantikan Perekat Sintetis

Tanin Mahoni, Potensial Gantikan Perekat Sintetis

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com – Produk kopolimerisasi tanin ekstrak dari kulit kayu mahoni dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan kayu laminasi berupa balok (glulam) dan papan lamina (laminated board). Kualitas perekatan dan sifat mekanik kedua jenis produk tersebut sebanding dengan produk sejenis berperekat impor. Kandungan tanin pada ekstrak kulit mahoni (Swietenia macrophylla) potensial dikembangkan untuk menggantikan bahan perekat sintetis. Efisiensi menjadi keunggulannya. Hal ini terungkap dari riset Adi Santoso, dkk yang dirilis dalam Jurnal Penelitian Hasil Hutan Volume 38 Nomor 3 Tahun 2020.  BACA JUGA : Mikroba Hutan, Si Kecil Bermanfaat Besar Aplikasi tanin mahoni…
Lanjut Baca
Mikroba Hutan, Si Kecil Bermanfaat Besar

Mikroba Hutan, Si Kecil Bermanfaat Besar

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Irwan Adhi Husada AKASIIKLIM.com – Mikroba hutan, merupakan salah satu komponen sumber daya hutan. Beragam jenis mikroba (bakteri, fungi, yeast, virus, dan lain-lain) diketahui berkontribusi besar bagi keseimbangan ekosistem hutan dan menyimpan banyak manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Di antara manfaatnya dalam bidang kehutanan, lingkungan (bioremediasi, bioplastik), kesehatan (bio-health), dan energi. BACA JUGA : Dr Wini Trilaksani Ungkap Manfaat dan Alasan Fantastisnya Harga Caviar C mencapai  4199 isolat yang terdiri dari 1618 isolat fungi berfilamen; 1619 isolat bakteri; 83 isolat aktinomiset; 807 isolat yeast (khamir) serta 73 isolat yang belum terkelompokkan. Dari 4199 isolat…
Lanjut Baca
Dr Wini Trilaksani Ungkap Manfaat dan Alasan Fantastisnya Harga Caviar

Dr Wini Trilaksani Ungkap Manfaat dan Alasan Fantastisnya Harga Caviar

Pewarta : Tim Redaksi | Editor : Hery Taufik Aksiiklim.com – Caviar saat ini masih dianggap sebagai makanan mewah. Wajar saja, mahalnya harga telur ikan sturgeon ini ketersediaannya masih langka dan terbatas. Ikan sturgeon merupakan ikan purba yang dapat ditemui di perairan Laut Kaspia dan Laut Hitam. Di balik harganya yang fantastis, ternyata caviar memiliki kandungan zat gizi makro dan mikro lengkap yang bermanfaat bagi tubuh. Dr Wini Trilaksani, dosen IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengungkapkan, caviar atau telur ikan pada umumnya dapat menjadi alternatif sumber pangan sebab kandungan gizinya yang cukup…
Lanjut Baca